Bupati Situbondo Salah Tafsir Mengeluarkan Statemen Tentang Pemagaran PT GAS Bosowa, Hingga Dipertanyakan Oleh Aktivis Banyuwangi 

waktu baca 2 menit
Sabtu, 5 Sep 2026 19:10 24 Korlip Nasional

KPK TIPIKOR INVESTIGASI JATIM BANYUWANGI

 

BANYUWANGI — Polemik sengketa lahan di kawasan PT GAS Bosowa Kalipuro, Banyuwangi, Semakin memanas yang melibatkan pergerakan para pendemo setempat dan aktivis. Kali ini, sorotan tertuju pada pernyataan Bupati Situbondo yang dinilai keliru dalam menafsirkan fakta terkait pemasangan penutupa atau barikade pagar beton di pintu masuk perusahaan PT GAS Bosowa Banyuwangi tersebut.

 

Sebelumnya, dalam sebuah tayangan langsung (live) di media sosial, Bupati Situbondo menyampaikan pernyataan yang menuding aksi pemasangan pagar beton sejak sepekan lalu dilakukan oleh jajaran pendemo dan aktivis Banyuwangi bersama masyarakat.

 

Dalam sesi siaran langsung tersebut, Bupati Situbondo mengeluarkan kata bahasa “saya tidak terhormat dengan solusi seperti ini, saya kesal” dan diksi yang digunakan juga dinilai sebagian pihak netizen kurang mematuhi etika berkomunikasi secara publik.

 

Pemasangan pagar beton penutup akses tersebut disinyalir dilakukan secara sengaja oleh pihak internal PT GAS Bosowa sendiri, sebelum akhirnya pembongkaran beton tersebut dilakukan oleh Jajaran Polresta Banyuwangi hingga warga masyarakat dan para aktivis pendamping di Banyuwangi.

 

Pemerhati publik sekaligus perwakilan aktivis Banyuwangi menyayangkan adanya disinformasi hal tersebut yang disampaikan langsung secara live oleh pejabat publik ke ruang media sosial tanpa konfirmasi faktual terlebih dahulu.

 

“Pernyataan tersebut sangat disayangkan karena tidak sesuai dengan realita fakta di lapangan. Beton tersebut sengaja dipasang oleh pihak perusahaan, bukan para pergerakan pendemo ataupun aktivis Banyuwangi. Penyampaian informasi yang keliru, terlebih menggunakan narasi yang kurang etis di siaran langsung, berpotensi memprovokasi suasana dan mengaburkan substansi penanganan perkara lahan milik Pak Rahmat di PT Bosowa tersebut,” ujar salah seorang perwakilan pendamping warga di Kalipuro.

 

Aksi unjuk rasa pendemo dan aktivis Banyuwangi itu sendiri bertujuan untuk menyelesaikan perkara secara damai bukan untuk menutup Perusahaan PT GAS Bosowa tersebut. dipicu oleh penanganan perkara sengketa lahan milik warga bernama pak Rahmat yang sampai ini dinilai belum menemukan titik terang penyelesaian. Pihak pendamping mendesak agar kejelasan hak atas tanah tersebut dihormati oleh seluruh pihak terkait di PT GAS Bosowa.

 

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih akan terus mengonfirmasi dan berupaya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Humas Pemerintah Kabupaten Situbondo maupun manajemen PT GAS Bosowa guna memberikan ruang klarifikasi yang berimbang terkait dinamika pemagaran beton serta pernyataan yang beredar di media sosial tersebut. Sumber berita: (Red Kurnia)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA