Hilirisasi Petrokimia di Selaru dinilai jadi jalan baru pertumbuhan ekonomi Tanimbar

waktu baca 2 menit
Selasa, 26 Mei 2026 22:30 1 Admin Maluku

Saumlaki,kpktipikor.id -Jaringan Aktivis Muda Tanimbar menyampaikan aspirasi terkait pengembangan industri hilirisasi petrokimia di Pulau Selaru dalam pertemuan bersama DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Pemerintah Daerah KKT, Selasa, (26/5/2026)

‎Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh aktivis muda Tanimbar, Doljer Unawekla, di ruang DPRD KKT dan ruang rapat Wakil Bupati KKT.

‎Dalam penyampaiannya, Jaringan Aktivis Muda Tanimbar menegaskan bahwa Pemerintah Daerah dan DPRD KKT wajib mendukung serta mendorong pembangunan industri hilirisasi petrokimia di Pulau Selaru.

‎Menurut Doljer, hasil sumber daya alam dari daerah tidak boleh terus dibawa keluar daerah untuk diproduksi, melainkan harus diolah di daerah sendiri demi meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Tanimbar.

‎Doljer Unawekla menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Tanimbar harus belajar dari berbagai daerah pertambangan lainnya yang berhasil membangun sektor hilirisasi industri sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Ia menyampaikan bahwa keberadaan industri hilirisasi petrokimia di Pulau Selaru nantinya dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat lokal, khususnya di sektor industri pengolahan petrokimia.

‎Selain itu, disampaikan pula bahwa sekitar 700 hektar lahan di Pulau Selaru telah disiapkan untuk mendukung pengembangan kawasan industri petrokimia. Walaupun proses LNG masih berjalan dan tahapan hilirisasi membutuhkan waktu, Doljer menekankan agar seluruh persiapan dilakukan sejak dini guna menghindari persoalan hak-hak masyarakat dan konflik lahan di kemudian hari, seperti yang pernah terjadi di Desa Lermatang.

‎Aspirasi terkait hilirisasi petrokimia di Pulau Selaru tersebut mendapat respons positif dari pihak Pemerintah Daerah dan DPRD KKT.

‎Pemerintah menyatakan dukungannya untuk mendorong rencana tersebut dengan terlebih dahulu menyiapkan grand design pembangunan serta RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah), guna melihat berbagai aspek strategis yang perlu dipersiapkan dalam menjadikan Pulau Selaru sebagai kawasan industri hilirisasi petrokimia di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA