Nias Selatan, kpktipikor.id 22 Mei 2026 – Puluhan wali murid mendatangi SD Negeri 078582 Hale Baluta untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi dan tata kelola sekolah yang dinilai memerlukan perhatian serius.
Kedatangan masyarakat ke lingkungan sekolah tersebut sempat memunculkan suasana tegang akibat berbagai keluhan yang disampaikan secara langsung kepada pihak sekolah.
Para wali murid hadir bersama sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Tedi Manao, dengan tujuan menyampaikan aspirasi dan harapan mereka terkait kondisi pendidikan di sekolah tersebut.
Mereka menilai terdapat sejumlah persoalan yang berpotensi memengaruhi proses belajar mengajar dan meminta perhatian dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan.
Beberapa orang tua murid mengaku khawatir terhadap kondisi pendidikan yang berlangsung di sekolah tersebut. Menurut mereka, berbagai persoalan yang terjadi perlu segera ditangani agar tidak berdampak terhadap kualitas pendidikan siswa.
“Anak-anak kami membutuhkan pendidikan yang layak. Kami berharap persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan demi masa depan pendidikan mereka,” ujar salah seorang wali murid.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sekolah guna memastikan pelayanan pendidikan dapat berjalan dengan lebih baik, efektif, dan kondusif.
Kepala Sekolah Sampaikan Klarifikasi
Menanggapi berbagai aspirasi dan tuntutan yang berkembang di tengah masyarakat, Kepala SD Negeri 078582 Hale Baluta, Flafianus Laso, memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi di lingkungan sekolah.
Dalam keterangannya, Flafianus Laso menyampaikan bahwa situasi yang berkembang dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk persoalan pembangunan fasilitas sekolah yang menurutnya belum sepenuhnya sesuai dengan kondisi lahan hibah yang diberikan masyarakat setempat.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa sekolah hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan sarana pendukung, termasuk belum tersedianya fasilitas toilet (WC) di lingkungan sekolah.
Ia juga menegaskan bahwa aktivitas di luar sekolah yang dilakukan selama ini bukan karena mengabaikan tanggung jawab sebagai kepala sekolah, melainkan berkaitan dengan pengurusan administrasi dan berbagai kebutuhan pendidikan yang harus diselesaikan.
“Kami keluar bukan untuk meninggalkan tanggung jawab, tetapi karena ada keperluan administrasi sekolah dan urusan pendidikan yang harus diurus. Kondisi sarana sekolah juga masih memiliki keterbatasan yang perlu mendapat perhatian,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Warga menilai persoalan pendidikan perlu diselesaikan secara terbuka dan menyeluruh guna menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat serta menjaga kualitas pelayanan pendidikan.
Sejumlah tokoh masyarakat juga berharap pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan dapat turun langsung melakukan peninjauan lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Masyarakat menekankan pentingnya menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan normal agar siswa tidak menjadi pihak yang terdampak dari situasi yang berkembang.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak Dinas Pendidikan terkait tuntutan masyarakat maupun klarifikasi yang disampaikan pihak sekolah.
Masyarakat berharap langkah cepat dan solusi nyata segera dilakukan guna menjaga kualitas pendidikan serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap pelayanan pendidikan di SD Negeri 078582 Hale Baluta.
(SADAWA)
Tidak ada komentar