Kandat Kediri ,Jawa Timur. Dugaan penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Kesetaraan kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, *MAMIK* selaku pengelolaan anggaran di PKBM Al Kautsar disebut perlu diaudit secara menyeluruh apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan.
Berdasarkan data resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, PKBM Al Kautsar merupakan lembaga pendidikan nonformal berstatus swasta yang berada di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan NPSN P2963675 dan menyelenggarakan program Paket A, Paket B, serta Paket C.
Data penerima Dana BOP Kesetaraan yang tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Pendidikan menunjukkan
👉🔥 *PKBM Al Kautsar tercatat memiliki peserta* *didik Paket B sebanyak 28 siswa dan Paket C sebanyak 111 siswa pada data penerima bantuan* *pemerintah.*
Munculnya dugaan markup data siswa dan penyimpangan penggunaan anggaran operasional pendidikan memicu desakan masyarakat agar dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat, Dinas Pendidikan, maupun aparat penegak hukum.
Publik meminta seluruh penggunaan dana pendidikan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan sesuai aturan yang berlaku.
🔥 *Di sisi lain, PKBM Al* *Kautsar* juga diketahui aktif membuka program pendidikan kesetaraan bagi masyarakat putus sekolah dan peserta didik nonformal di wilayah Kediri.
Hingga saat ini belum terdapat putusan hukum maupun hasil audit resmi yang menyatakan adanya tindak pidana korupsi dalam pengelolaan Dana BOP Kesetaraan di PKBM tersebut. Karena itu, seluruh dugaan yang berkembang tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu hasil pemeriksaan dari lembaga berwenang.
Pewarta ( Ag Junaidi )
Tidak ada komentar