116 Pejabat Dilantik, Bupati Nias Selatan Tekankan Disiplin dan Loyalitas ASN

waktu baca 2 menit
Jumat, 10 Apr 2026 19:13 2 Korwil Nias

Nias Selatan,kpktipikor.id

 

10 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melakukan perombakan struktur birokrasi dengan melantik 116 pejabat dari berbagai jenjang jabatan. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Bupati Sokhiatulo Laia bersama Wakil Bupati Yusuf Nache ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Nias Selatan, Jalan Arah Lagundri KM 5, Kecamatan Fanayama, Jumat (10/04/2026).

 

Sebanyak 116 pejabat yang diambil sumpahnya mencakup Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, serta pejabat fungsional nasional.

 

Pelantikan tersebut mengacu pada dua Keputusan Bupati Nias Selatan Tahun 2026 terkait pengangkatan dan pemberhentian Aparatur Sipil Negara (ASN) pada jabatan struktural, yang disusun berdasarkan kebutuhan organisasi serta hasil evaluasi kinerja.

 

Di tengah agenda tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Nias Selatan Ikhtiar Duha menyampaikan pesan perpisahan menjelang akhir masa jabatannya pada 12 April 2026 pukul 24.00 WIB. Ia mengungkapkan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan selama menjabat.

 

“Saya mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Pelantikan hari ini menjadi kenangan manis sebelum saya mengakhiri masa tugas,” ujarnya.

 

Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa jabatan merupakan amanah yang bersifat dinamis.

Ia mengibaratkan jabatan sebagai “baju” yang bisa dikenakan dan dilepas sewaktu-waktu sesuai kebutuhan organisasi.

 

“Hari ini kita dilantik, maka besok kita harus siap untuk dicopot. Itu hal yang wajar selama demi kepentingan organisasi,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa pelantikan adalah bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan kinerja nyata.

Para pejabat diminta segera beradaptasi di lingkungan kerja baru tanpa menunda, mengingat ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi.

 

Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga disiplin dalam administrasi, waktu, dan aturan, menjunjung tinggi integritas, serta terus meningkatkan kapasitas diri melalui pembelajaran berkelanjutan.

 

“Meski memiliki latar belakang pendidikan tertentu, kita tidak boleh berhenti belajar. Seorang camat dengan latar belakang hukum pun harus memahami bidang lain seperti kesehatan karena tuntutan kerja lintas sektor,” tambahnya.

 

Sementara itu, Bupati Sokhiatulo Laia menegaskan bahwa kejujuran, ketepatan waktu, dan kemampuan merangkul seluruh elemen menjadi kunci dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia secara khusus meminta para camat untuk lebih aktif turun ke desa dan berkolaborasi dengan tokoh masyarakat serta kepala desa.

 

“Jangan menunda pekerjaan. Hadir di tengah masyarakat, pahami persoalan mereka, dan selesaikan sesuai kewenangan,” pungkasnya.

(SADAWA)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA