TNI-Polri Kawal Meriahnya Pawai Gebyar Ketupat 1447 H di Trenggalek

waktu baca 2 menit
Minggu, 29 Mar 2026 15:47 6 Admin KPK

Trenggalek,KPK Tipikor.Id – Kodim 0806/Trenggalek bersama Polres Trenggalek mengerahkan personel pengamanan untuk mengawal pelaksanaan Pawai Gebyar Ketupat 1447 Hijriah yang digelar di Desa Sambirejo dan Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Minggu (29/3/2026), guna memastikan kegiatan budaya masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Tradisi tahunan pasca-Idulfitri tersebut kembali menyedot perhatian masyarakat. Sejak pagi, warga memadati sepanjang jalur pawai untuk menyaksikan arak-arakan peserta yang menampilkan berbagai kreasi gunungan ketupat, ornamen khas Lebaran, serta pertunjukan seni budaya lokal yang menjadi ciri khas perayaan Kupatan di wilayah Kecamatan Trenggalek.

Peserta pawai berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai perangkat desa, kelompok pemuda, hingga komunitas warga yang tampil mengenakan busana tradisional. Ketupat yang dibawa dan dihias secara kreatif menjadi simbol rasa syukur setelah menjalani Ramadan sekaligus wujud pelestarian budaya leluhur yang masih dijaga hingga kini.

Pengamanan dilakukan oleh personel Koramil 0806-01/Trenggalek bersama aparat kepolisian pada sejumlah titik strategis, terutama di jalur pawai, persimpangan jalan, dan area keramaian warga. Kehadiran aparat bertujuan menjaga kelancaran arus peserta, penonton, serta mengantisipasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.

Komandan Kodim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., menegaskan bahwa dukungan TNI-Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen menjaga tradisi budaya masyarakat agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

“Tradisi Kupatan bukan sekadar kegiatan seremonial setelah Lebaran, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat yang harus terus dijaga. TNI dan Polri akan selalu hadir mendukung kegiatan masyarakat yang memperkuat kebersamaan sosial serta melestarikan warisan budaya lokal,” ujarnya.

Selain pawai budaya, Desa Sambirejo turut menghadirkan kegiatan mancing mania gratis di aliran sungai desa setempat yang terbuka untuk seluruh warga dan pengunjung. Kegiatan ini tidak hanya menambah semarak perayaan Gebyar Ketupat tahun ini, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat nuansa kebersamaan di tengah masyarakat.

Ratusan warga tampak antusias mengikuti lomba memancing sambil menikmati suasana kebersamaan di tepi sungai. Perpaduan antara tradisi budaya dan hiburan rakyat tersebut menjadikan perayaan Kupatan di Trenggalek tetap hidup sebagai ruang interaksi sosial masyarakat.(gat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA