Kpktipikor.id
SUKABUMI — Kecelakaan lalu lintas tragis kembali mengguncang wilayah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (28/03/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden yang melibatkan truk sumbu tiga ini merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor, hanya berselang waktu dari upaya penertiban kendaraan berat oleh aparat kepolisian.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di depan Samsat Baru Cibadak, tepatnya di kawasan Jembatan Sekarwangi, jalur nasional Bogor–Sukabumi yang dikenal padat dan rawan kecelakaan. Korban diketahui seorang wanita yang saat itu tengah berboncengan dengan anaknya menggunakan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi F 5075 UCB. Hingga kini, identitas lengkap korban masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai korban diduga bersenggolan dengan kendaraan lain hingga kehilangan keseimbangan. Dalam hitungan detik, korban terjatuh ke arah kolong truk sumbu tiga bernomor polisi F 9918 FH yang melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi. Tragisnya, korban terlindas roda belakang truk dan terseret beberapa meter sebelum kendaraan akhirnya berhasil dihentikan.
Suasana di lokasi kejadian sontak berubah menjadi panik. Warga yang menyaksikan peristiwa tersebut berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi korban sudah tidak dapat diselamatkan. Insiden ini juga memicu kemacetan panjang di sepanjang jalur tersebut, mengingat posisi kejadian berada di titik lalu lintas yang cukup krusial.
Sopir truk berinisial R (Ramadan) mengaku tidak sempat menghindari kejadian tersebut karena jarak yang terlalu dekat. Ia mengungkapkan sempat melihat sepeda motor korban oleng sebelum akhirnya terjatuh ke arah kendaraannya.
“Saya lihat motornya oleng, lalu jatuh. Posisinya satu arah dan jaraknya sangat dekat, jadi tidak sempat menghindar,” ujarnya kepada petugas di lokasi kejadian.
Diketahui, truk tersebut tengah mengangkut muatan air mineral dan melaju dari arah Citeureup menuju Cianjur. Saat ini, sopir telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Kejadian ini kembali menjadi sorotan publik, terutama terkait masih maraknya kecelakaan yang melibatkan truk sumbu tiga, meskipun penertiban telah dilakukan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pengawasan di lapangan, khususnya dalam penerapan aturan jam operasional kendaraan berat di jalur padat.
Masyarakat pun berharap adanya langkah tegas dan pengawasan yang lebih konsisten dari pihak berwenang. Upaya tersebut dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus menjamin keselamatan seluruh pengguna jalan di jalur nasional yang menjadi urat nadi aktivitas warga.
Red
Tidak ada komentar