Parkir Wisata Mahal tapi Semrawut di Palabuhanratu Disorot, Dinas dan Pengelola Beri Klarifikasi

waktu baca 2 menit
Rabu, 25 Mar 2026 20:13 3 Korlip jawa barat

Kpktipikor.id || SUKABUMI — Kawasan wisata Palabuhanratu kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keluhan wisatawan terkait pengelolaan parkir yang dinilai mahal dan semrawut ramai diperbincangkan di media sosial, Rabu (25/3/2026).

Sejumlah pengunjung mengungkapkan ketidaknyamanan saat memarkirkan kendaraan. Selain kondisi parkir yang tidak tertata rapi, muncul pula dugaan adanya pungutan yang tidak transparan. Situasi tersebut bahkan membuat sebagian wisatawan kesulitan saat hendak keluar dari area parkir.

“Nu masalahna mah ngomong karcis parkir, tapi mobil semrawut parkir, hese kaluar,” keluh salah seorang pengunjung, menggambarkan kondisi di lapangan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menegaskan bahwa pengelolaan parkir yang tidak tertib maupun pungutan yang tidak jelas tidak dapat dibenarkan. Ia menekankan bahwa pengelola kawasan wisata memiliki tanggung jawab penuh terhadap kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

“Pengelola memiliki tanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Ini bukan sekadar layanan, tapi kewajiban,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pungutan, termasuk tarif parkir, harus dilakukan secara transparan dan sesuai dengan standar yang berlaku. Hal tersebut mencakup keberadaan petugas resmi, sistem karcis yang jelas, rambu parkir, serta pengaturan kendaraan yang tertib.

Di sisi lain, pihak pengelola kawasan wisata yang berada di bawah Grand Inna Samudra Beach Hotel turut memberikan klarifikasi. General Manager, Reza Bram Adiguna, menjelaskan bahwa tarif sebesar Rp30.000 yang dikenakan kepada pengunjung merupakan biaya parkir, bukan tiket masuk kawasan pantai.

Menurutnya, kawasan pantai tetap terbuka sebagai ruang publik. Sementara itu, pengelolaan parkir dilakukan secara resmi dan telah tercatat sebagai bagian dari kontribusi pajak daerah.

Di tengah polemik ini, perhatian publik juga kembali tertuju pada aspek keselamatan di kawasan wisata pantai selatan. Sejumlah insiden sebelumnya menjadi pengingat bahwa pengelolaan destinasi wisata tidak hanya soal fasilitas, tetapi juga perlindungan terhadap pengunjung.

Masyarakat pun berharap adanya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi penataan parkir maupun pengawasan di lapangan. Dengan pengelolaan yang lebih baik, kenyamanan wisatawan dan citra destinasi unggulan di Kabupaten Sukabumi ini diharapkan tetap terjaga dan semakin berkembang.

Pewarta : Adang Suryana

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA