Anak Adat yang Dipilih Tana Ini: Letkol Inf Hendra Suryaningrat, Sosok Nasionalis Patriotik, Kembali Mengabdi Di Tanimbar.

waktu baca 3 menit
Senin, 23 Mar 2026 07:01 5 Admin Maluku

Saumlaki, Kpktipikor.id -Derap langkah 138 prajurit Brigif TP 39 Nusa Manan yang tiba di Pelabuhan Saumlaki, Minggu (22/3/2026) pukul 07.00 WIT, menandai penguatan militer di Bumi Duan Lolat. Namun di balik barisan itu, hadir satu figur sentral yang tak sekadar memimpin, tetapi membawa jejak pengabdian panjang dan ikatan emosional mendalam: Letkol Inf Hendra Suryaningrat.

Sosok ini bukan hanya seorang perwira TNI. Ia adalah representasi nasionalisme yang bekerja dalam sunyi, patriotisme yang hidup dalam tindakan, dan kepemimpinan yang tumbuh dari pengabdian nyata.

Lahir di tanah Jawa, namun ditempa oleh berbagai medan tugas, karier militernya mencerminkan dedikasi tanpa kompromi. Sebagai mantan Dandim 1507/Saumlaki dan perwira dari satuan elite Kostrad, ia telah melewati berbagai penugasan strategis, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Rekam jejak itu membentuknya sebagai sosok prajurit profesional, tegas, terukur, namun tetap membumi.

Di Tanimbar, kiprahnya melampaui tugas formal. Ia tidak hanya menjaga wilayah, tetapi juga merawat kepercayaan. Tidak hanya memimpin pasukan, tetapi juga merangkul masyarakat.

Pengakuan itu datang bukan hanya dari struktur militer, melainkan dari akar budaya. Ia diangkat sebagai Anak Adat Tanimbar dengan nama kehormatan ALeleyaman Refualu. sebuah simbol penerimaan yang tidak diberikan sembarangan. Ini bukan sekadar gelar, melainkan legitimasi sosial bahwa ia telah menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat Duan Lolat.

Prestasi yang ditorehkan pun berbicara tegas. Dari Juara 1 Dansatgas TMMD ke-117 tingkat TNI AD, hingga capaian terbaik dalam program penurunan stunting tingkat nasional, serta apresiasi dalam lomba jurnalistik video TNI AD. semuanya menegaskan kapasitasnya sebagai pemimpin yang adaptif dan berdampak.

Namun, di atas semua capaian itu, kekuatan utamanya justru terletak pada pendekatan humanis.

Di hadapan prajuritnya, ia menegaskan prinsip yang menjadi napas pengabdiannya:

“Kita harus hadir bersama rakyat, bukan di atas rakyat.”

Pernyataan ini bukan retorika. Di Tanimbar, itu telah menjadi praktik.

Kembalinya Letkol Inf Hendra Suryaningrat ke Bumi Duan Lolat bukan sekadar rotasi tugas. Ini adalah kembalinya seorang anak adat yang telah teruji, untuk melanjutkan pengabdian di tanah yang telah menerimanya sebagai bagian dari sejarahnya.

Dalam konteks penguatan wilayah, kehadiran 138 prajurit menjadi langkah strategis. Namun lebih dari itu, kehadiran figur seperti dirinya memastikan bahwa pembangunan keamanan tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pada pendekatan kultural, sosial, dan kemanusiaan.

Di tengah dinamika tantangan wilayah perbatasan dan kebutuhan stabilitas daerah, sosok nasionalis-patriotik seperti Letkol Hendra menjadi titik temu antara negara dan rakyat.

Ia mungkin tidak dilahirkan di tanah ini.

Namun melalui pengabdian, loyalitas, dan ketulusan, Sosoknya telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Tanimbar-Bumi yang bertajuk Duan Lolat ini.

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA