Pangdam XV/Pattimura Kirim Pesan Keras dari Tanimbar: Prajurit Pulau Terluar Harus Prima dan Siaga

waktu baca 3 menit
Rabu, 20 Mei 2026 10:26 10 Admin Maluku

Saumlaki,kpktipikor.id -Pangdam XV/Pattimura, Dody Triwinarto, mengirim pesan keras kepada prajurit di wilayah perbatasan dan pulau terluar Indonesia. Dalam kunjungannya ke Brigif TP 39/Nusa Manan di Wasawak, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (20/5/2026),

Pangdam menekankan, prajurit TNI harus tampil sebagai “prajurit petarung prima” yang responsif, adaptif, dan modern dalam menjaga kedaulatan negara.

Pesan itu disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kawasan strategis selatan Maluku, termasuk pengamanan wilayah perbatasan dan persiapan proyek strategis nasional Blok Masela.

“Prajurit harus menjadi prajurit petarung prima, yang responsif, adaptif, modern, dan siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di pulau-pulau terluar,” tegas Pangdam di hadapan prajurit Brigif TP 39/Nusa Manan.

Penekanan itu bukan sekadar seremonial. Pangdam menilai kesiapan personel di wilayah terluar menjadi benteng awal pertahanan negara sekaligus penentu stabilitas kawasan strategis nasional.

Di hadapan prajurit, Pangdam juga memberi apresiasi terhadap capaian satuan. Ia menegaskan sekecil apa pun prestasi prajurit akan tetap dihargai selama memberi manfaat bagi masyarakat dan institusi TNI.

“Sekecil apa pun prestasi prajurit, yang penting bermanfaat bagi masyarakat dan satuan, akan saya hargai. Apa yang sudah dilakukan oleh Kasbrigif 27/Nusa Ina (Pjs Danbrigif TP 39/Nusa Manan di massanya, Saya berikan penghargaan dan itu menjadi motifasi buat Kita semua,” ujarnya.

Selain menyoroti kesiapan tempur, Pangdam mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan moral prajurit yang bertugas di wilayah kepulauan. Menurutnya, kesiapan fisik dan mental merupakan modal utama menjaga pulau-pulau terluar Indonesia.

“Jaga kesehatan dan selalu siaga. Itu modal awal menjaga pulau-pulau terluar. Saya akan kontrol moral dan semangat mereka karena itu tanggung jawab saya sebagai bagian dari tugas pokok TNI,” katanya Pangdam kepada awak media.

Sorotan tajam juga diarahkan Pangdam terhadap dugaan praktik “werving” dalam proses penerimaan calon pajurit TNI. Ia memastikan tidak akan memberi ruang bagi oknum yang bermain dalam proses rekrutmen.

“Saya akan awasi dan tidak mentoleransi oknum prajurit yang melakukan praktik werving Kalau ada, langsung saya hukum sesuai aturan. Siapa pun dia, tidak ada toleransi,” tandasnya.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa reformasi pengawasan internal TNI akan diperketat, terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kepercayaan publik.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam turut menyinggung perkembangan proyek strategis nasional Blok Masela. Ia mengaku datang ke Tanimbar bukan hanya untuk mengunjungi satuan, tetapi juga melihat langsung kesiapan lapangan terkait dukungan keamanan dan ketertiban proyek LNG tersebut.

“Saya datang untuk melihat kondisi riil kesiapan SKK Migas dan Inpex. Insya Allah, kami akan membuat posko terkait penertiban hal-hal yang perlu ditertibkan untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah,” ujarnya.

Pangdam berharap proyek Blok Masela yang telah tertunda selama puluhan tahun dapat mulai bergerak menuju realisasi. Ia menilai kepentingan bangsa dan negara harus menjadi prioritas utama di atas berbagai kepentingan lain.

“Kepentingan negara dan bangsa itu lebih besar dan harus menjadi utama. Sudah 27 tahun kegiatan Blok Masela tertunda, semoga tahun ini bisa tersukseskan,” katanya.

Ia juga memastikan tim terpadu yang telah dibentuk pemerintah sedang bekerja bersama unsur Forkopimda, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga satgas gabungan untuk mengawal kelancaran proyek strategis tersebut.

“Kami bersama Forkopimda provinsi maupun kabupaten akan bekerja bersama melancarkan dan menyukseskan kegiatan peresmian Blok LNG,” pungkas Pangdam.

 

Kaperwil Maluku

(Petrus. L.Watkaat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA