Bulukumba,–KPK TIPIKOR. ID Dalam rangka menyambut bulan Rama
dhan, Majelis Taklim Dato’ Tiro Masjid Islamic Center Dato’ Tiro (ICDT) Kabupaten Bulukumba melaksanakan kegiatan wisata silaturahmi di Kawasan Wisata Pantai Panrangluhu, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan wisata ini merupakan salah satu program kerja Pengurus Majelis Taklim Dato’ Tiro periode 2025–2028, yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kebersamaan antaranggota.
Majelis Taklim Dato’ Tiro sendiri telah dikukuhkan secara resmi oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, pada 19 November 2025 lalu. Keberadaan majelis taklim ini menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pengelolaan Masjid ICDT, khususnya dalam upaya memakmurkan masjid yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Bulukumba.
Masjid Islamic Center Dato’ Tiro dikenal sebagai pusat pengembangan syiar Islam di wilayah selatan Sulawesi Selatan. Selain berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi, pusat aktivitas ekonomi umat, serta rest area bagi masyarakat yang melintas menuju berbagai daerah.
Salah seorang pengurus Majelis Taklim Dato’ Tiro, Hj. Dewi, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan sebagai pengurus. Menurutnya, tanggung jawab tersebut merupakan amanah mulia untuk membantu memakmurkan Masjid ICDT sebagai masjid kebanggaan masyarakat Bulukumba.
Hj. Dewi juga mengungkapkan bahwa Kawasan Wisata Pantai Panrangluhu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena saat ini menjadi salah satu destinasi primadona bagi wisatawan yang berkunjung ke Bulukumba. Ia mengapresiasi pemerintah serta para pelaku usaha pariwisata di Panrangluhu yang dinilai berhasil menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata yang menarik.
“Panrangluhu tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang melegenda sebagai cikal bakal lahirnya perahu Pinisi, yang kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia,” ujarnya.
Ia berharap kawasan wisata Panrangluhu dapat terus dirawat dan dikembangkan agar memberikanvy dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Bira.
“Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, diharapkan tercipta multiplier effect yang menguntungkan semua pihak,” tutup Hj. Dewi.
Editor Andi Mustafa
Tidak ada komentar