Bhabin Sidomukti Turun Langsung Ikut Penyemprotan Dampingi Gerakan Pengendalian Hama/Penyakit Padi Kelompok Tani Sidodadi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 00:35 4 Intelijen Nasional

 

Lamongan – Komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan terus diwujudkan secara nyata oleh jajaran Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan. Tidak hanya melakukan pendampingan, Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti Aipda Nanang Sumantri, S.H. bahkan turun langsung ke sawah dan ikut melakukan penyemprotan dalam kegiatan Gerakan Pengendalian Hama dan Penyakit Padi bersama Kelompok Tani Sidodadi di area persawahan Dusun Sukoanyar, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB ini merupakan langkah antisipasi terhadap serangan Sundep, Wereng Batang Coklat (WBC), serta penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) yang berpotensi menurunkan hasil produksi padi hingga 25 persen apabila tidak dikendalikan secara tepat.
Kapolsek Kembangbahu IPTU Sono, S.H. menegaskan bahwa keterlibatan langsung anggota di lapangan merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. “Polri hadir tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga ikut bekerja bersama masyarakat. Dengan turun langsung ke sawah, kami ingin memberi semangat kepada petani bahwa mereka tidak berjalan sendiri dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar IPTU Sono, S.H.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Supadi, SP selaku Koordinator Penyuluh Pertanian Kembangbahu, Serma Rahmanto (Babinsa Sidomukti), perangkat desa, para penyuluh pertanian Kecamatan Kembangbahu, Ketua Gapoktan Sidodadi, serta masyarakat petani setempat.

Dalam kesempatan itu, Mas Bhabin Sidomukti Aipda Nanang Sumantri, S.H. terlihat ikut langsung melakukan penyemprotan hama bersama petani di lahan persawahan.
“Kami ingin benar-benar hadir dan terlibat langsung. Harapannya petani tidak ragu, lebih semangat, dan mampu melakukan pengendalian hama sejak dini agar tidak sampai merugi,” ujar Mas Bhabin.

Selain penyemprotan, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi dan paparan teknis dari penyuluh pertanian, serta pembagian bantuan obat-obatan pertanian. Penyakit Hawar Daun Bakteri yang disebabkan bakteri Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) sendiri diketahui cepat menyebar melalui air dan angin, terutama pada musim hujan dan penggunaan pupuk nitrogen berlebihan, bahkan dapat menyebabkan gagal panen hingga 40 persen.

Melalui gerakan pengendalian ini, diharapkan kewaspadaan petani semakin meningkat dan produktivitas pertanian tetap terjaga, sehingga ketahanan pangan di Desa Sidomukti dapat terus dipertahankan.

(Iswanto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA