H. Ali Basrah: UGL Harus Jadi Pilar Pendidikan Tinggi di Wilayah Aceh Tenggara

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Sep 2025 18:30 44 Admin KPK

Banda Aceh,Kpktipikor.Id— Wakil Ketua DPR Aceh, H. Ali Basrah, S.Pd., M.M., menegaskan pentingnya mendukung penguatan Universitas Gunung Leuser (UGL) sebagai lembaga pendidikan tinggi strategis di wilayah Aceh Tenggara. Menurutnya, kehadiran UGL tidak hanya menjadi harapan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pemerataan akses pendidikan tinggi di Aceh.

Hal ini disampaikan saat menghadiri diskusi terbatas yang berlangsung di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, bersama sejumlah tokoh akademik nasional dan pejabat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rektor UGL, Dr. Indra Utama, M.Pd.; Ketua Umum Yayasan Pendidikan Gunung Leuser, Drs. Jamanuddin, M.AP.; Dirjen Pendidikan Tinggi Prof. Khairul Munadi; Rektor USK Prof. Dr. Marwan; Dekan Fakultas Kedokteran USK Dr. dr. Syafrizal Rahman, SpOT; serta dua tim ahli Kemendikbudristek, Prof. Tri Hanggoro dan Prof. Basyaruddin.

Diskusi tersebut membahas berbagai agenda strategis pengembangan Universitas Gunung Leuser, mulai dari peningkatan mutu akademik, pembukaan fakultas unggulan, digitalisasi sistem manajemen kampus, hingga penguatan kerja sama kelembagaan lintas perguruan tinggi.

Dalam pernyataannya, H. Ali Basrah menyambut baik langkah-langkah transformasi yang sedang dijalankan UGL. Ia menilai, sebagai perguruan tinggi yang lahir dari inisiatif lokal, UGL harus mendapat dukungan lintas sektor agar dapat tumbuh menjadi pusat pendidikan tinggi yang mandiri dan berkualitas.

> “UGL adalah aset besar bagi masyarakat Aceh Tenggara. Kita semua, termasuk DPR Aceh, punya tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan kampus ini berkembang dan memberi dampak luas bagi generasi muda,” tegas H. Ali Basrah.

Sebagai Wakil Ketua DPR Aceh, H. Ali Basrah menyatakan kesiapan pihak legislatif untuk mengawal kebijakan afirmatif di bidang pendidikan, termasuk melalui dukungan anggaran dan fasilitasi kerja sama antar-lembaga.

> “Kami akan terus mendorong agar UGL mendapatkan ruang dalam perencanaan pembangunan pendidikan Aceh. Kampus ini tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada sinergi antara eksekutif, legislatif, akademisi, dan masyarakat,” tambahnya.

Rektor UGL, Dr. Indra Utama, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pimpinan DPR Aceh. Ia mengakui bahwa transformasi kelembagaan di UGL membutuhkan sokongan dari berbagai pihak, termasuk dalam memperkuat jejaring akademik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

> “Kami optimistis, dengan dukungan dari pemerintah, DPR, dan mitra akademik seperti USK, Universitas Gunung Leuser akan terus tumbuh menjadi perguruan tinggi yang membanggakan, baik di tingkat regional maupun nasional,” ujar Dr. Indra.

Prof. Khairul Munadi, selaku Dirjen Dikti, dalam pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa Kementerian siap memfasilitasi berbagai program pengembangan kampus berbasis potensi lokal, termasuk penguatan program studi, peningkatan akreditasi, serta pendampingan kelembagaan.

Diskusi tersebut ditutup dengan kesepakatan untuk membentuk tim koordinasi teknis lintas institusi, yang akan bertugas menyusun roadmap pengembangan UGL dalam jangka pendek hingga jangka panjang. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas pendidikan, pembukaan fakultas berbasis kebutuhan daerah, serta penguatan peran UGL dalam pembangunan sumber daya manusia Aceh Tenggara.

Dengan dukungan dari berbagai pihak—termasuk DPR Aceh, Kementerian, dan institusi pendidikan tinggi nasional—Universitas Gunung Leuser diharapkan mampu menjadi pilar utama pendidikan tinggi di kawasan tengah dan tenggara Aceh, serta berkontribusi nyata dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
(Ady)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA