Kpktipikor.id – point tuntutan diantaranya, Keterbukaan informasi publik (tahapan kabur), komunikasi dari pihak Inpex sangat tertutup, Corporate Social Responsibility (CSR) yang tidak berkeadilan, perekrutan tenaga kerja yang terkesan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dan tertutup, pembatasan informasi hanya ke beberapa Vendor Lokal.
“Kita semua hendaknya lebih bersabar karena project ini ibarat bayi yang belum lahir, masih dalam proses,” kata Dian beberapa waktu lalu.
Dikatakan, tuntutan pendemo, sebagai bahan evaluasi ke depan.
Menurutnya, terkait CSR sudah kita buat namun sudah tentu tidak sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik Allah.
Anders Luturyali (FCBT) memberikan apresiasi kepada pihak Inpex yang telah menerima perwakilan pendemo untuk berdialog.
Hernanto Permelay Permaha (LSM Altar) menyampaikan harapan agar tuntutan pemuda bisa segera diakomodir.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) Alex Belay mendesak agar Presiden Inpex segera datang dan bertemu Pemuda Tanimbar pada 2 pekan mendatang.
“Jika tidak maka akan ada gelombang Aksi berikutnya. Jika Inpex Masela tidak mampu mengakomodir semua kepentingan termasuk kepentingan pengamanan baik itu TNI/Polri bahkan Satpol PP, sebaiknya Inpex hengkang saja dari Tanimbar,” ujarnya.
Pertemuan diakhiri dengan pemberian syal tenun kepada ibu Dian Fiana Ratna Dewi sebagai penghargaan pemuda Tanimbar dan diakhiri dengan foto bersama.
Tidak ada komentar