Saumlaki,kpktipikor.id -Di samping Rumah Makan Siang Malam (Barista), Saumlaki, ruang publik berubah menjadi arena uji coba knalpot bising oleh para pembalap liar setiap malam.
Di samping Rumah Makan Siang Malam (Barista), Saumlaki, ruang publik berubah fungsi menjadi arena uji coba knalpot bising oleh para remaja yang diduga pembalap liar setiap malam tiba.
Aktivitas ini berlangsung terbuka, berulang, dan minim pengawasan, memicu keresahan warga serta mengganggu ketertiban lalu lintas, Rabu (1/3/2026)malam.
Ledakan suara knalpot yang memekakkan telinga tak hanya mengusik pengguna jalan, tetapi juga merampas hak warga atas lingkungan yang aman dan nyaman. Ironisnya, praktik ini terus terjadi tanpa kesadaran kolektif akan dampak sosial yang ditimbulkan.
Warga menilai pembiaran tersebut sebagai cerminan degradasi etika di ruang publik. Ketika kebisingan dijadikan hiburan dan aturan diabaikan, yang rusak bukan sekadar ketertiban, tetapi juga tanggung jawab sosial masyarakat.
“Ini bukan lagi soal knalpot. Ini krisis moral yang nyata di Saumlaki,” ujar seorang warga dengan nada geram.
Lebih jauh, fenomena ini dinilai sebagai gejala krisis mental sosial yang tidak bisa ditangani secara parsial.
Oleh karena itu, diperlukan kerja sama lintas elemen-tokoh pemuda, tokoh agama, dan pemerintah daerah untuk membangun kembali kesadaran kolektif serta membentuk karakter generasi muda agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Upaya meredam harus dilakukan sejak dini. Edukasi, pembinaan, dan penegakan hukum perlu berjalan seimbang agar embrio kenakalan tidak tumbuh subur di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Tanpa intervensi serius, ruang publik akan terus dikuasai oleh perilaku destruktif yang menggerus kualitas hidup masyarakat. Saatnya semua pihak bergerak, sebelum krisis ini menjadi budaya.
Tidak ada komentar