Tanimbar,kpktipikor.id -Welem Werluka (55), warga Desa Adodo Fordata sekaligus pegawai Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Dikbud Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (27/3/2026) pagi pukul 07:00 WIT, di perairan Desa Romean. Korban sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut seorang diri pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.
Korban diketahui berangkat melaut menggunakan sampan dari wilayah pesisir Desa Romean. Namun hingga sore hari, ia tidak kembali, sehingga memicu kekhawatiran keluarga dan warga setempat.
Warga kemudian melakukan pencarian secara swadaya di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Dalam proses tersebut, sampan milik korban ditemukan dalam kondisi kosong di perairan, yang mengindikasikan terjadinya insiden saat aktivitas melaut.
Upaya pencarian yang dilanjutkan hingga keesokan hari akhirnya membuahkan hasil. Jasad korban ditemukan pada Jumat pagi, tidak jauh dari titik awal ia melaut di perairan Desa Romean.
Penemuan itu segera dilaporkan kepada aparat berwenang untuk proses evakuasi dan penanganan lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban masih dalam proses pemeriksaan. Tidak terdapat indikasi awal adanya unsur kekerasan, dan kejadian ini diduga merupakan musibah saat korban menjalankan aktivitas melaut.
Sebagai pegawai Korwil Dikbud Kecamatan Fordata, almarhum dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, dan masyarakat setempat.
Camat Fordata, Rizal Lalaun, saat dikonfirmasi media menyampaikan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa tersebut. Ia mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, dengan tidak melaut seorang diri.
Menurutnya, aktivitas melaut sebaiknya dilakukan secara berkelompok, minimal dua hingga tiga orang, sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, dapat saling membantu dan meminimalkan risiko yang lebih besar.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan yang dihadapi masyarakat pesisir yang beraktivitas di laut di wilayah kepulauan seperti Tanimbar.
Keterbatasan alat keselamatan, minimnya perlengkapan darurat, serta faktor cuaca dan arus laut menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
(Kaperwil Provinsi Maluku)
Petrus Livurngorvaan.
Tidak ada komentar