Ratusan Juta Dana Desa Menguap, Tiga Sumur Bor di Eno Nabuasa Tak Berfungsi

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Jan 2026 10:58 85 kabiro Timur Tengah

 

SOE, Kpktipikir.id – Tiga unit sumur bor yang dibangun menggunakan Dana Desa Tahun 2023 di Desa Eno Nabuasa, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), hingga kini tidak memberikan manfaat bagi warga dan justru disebut hanya menjadi ‘hiasan kampung’. Pemerintah Desa (PemDes) Eno Nabuasa diminta bertanggung jawab atas kondisi tersebut.

 

Tuntutan itu disampaikan sejumlah warga Desa Eno Nabuasa saat ditemui awak mediaJumat (2/1/2026).

 

Mereka secara tegas meminta Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa (Sekdes), dan Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) untuk mempertanggungjawabkan proyek sumur bor yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu.

 

“Haim toit kepala desa, sekretaris desa, nok ketua TPK an tanggung jawab (kami minta Kades, Sekdes, dan Ketua TPK bertanggung jawab),” ujar salah satu warga.

 

Warga menilai, proyek sumur bor tersebut seharusnya menjawab kebutuhan air bersih masyarakat, bukan sekadar dibangun lalu dibiarkan tanpa fungsi.

 

“Oen le’i harus na’on, kai’sah neu moe’on lail sinit kanao’f (tiga sumur bor ini harus berfungsi, bukan hanya dibangun lalu tidak digunakan),” kata warga lainnya.

 

Menurut warga, jika fasilitas yang dibangun tidak dapat dimanfaatkan, maka penggunaan Dana Desa menjadi sia-sia dan merugikan masyarakat.

 

“Kaul ka naon’fa na saat es sinin moe sini, okat na lail loitinin juta natu nua (kalau sumur ini tidak berfungsi, lalu kenapa harus menghabiskan ratusan juta untuk membangunnya),” beber warga.

 

Sementara itu, Kepala Desa Eno Nabuasa, Ebenhaizer Timo, sebelumnya mengakui bahwa pekerjaan sumur bor tersebut belum tuntas. Hal itu ia sampaikan saat ditemui di Kantor Desa Eno Nabuasa, Jumat (15/8/2025).

 

Ia menjelaskan, pihak desa telah membuat perjanjian dengan kontraktor terkait masa pengerjaan, perawatan, dan pembersihan lokasi selama tiga tahun.

 

“Kemarin kita panggil dan buat pernyataan untuk dia harus selesaikan ini. Kita sudah buat bak, nha bagaimana bak penampung sudah ada air sonde ada,” ucap Ebenhaizer.

 

Ia juga mengungkapkan adanya kendala teknis dalam proses pengeboran. Salah satu titik pengeboran disebut tidak menemukan sumber air, sementara satu sumur lainnya dikerjakan dengan posisi miring yang diduga memengaruhi hasil.

 

“Yang satunya waktu itu dia bor agak miring jadi mungkin karena kemiringan ini, jadi sudah dia taturun sudah. Sedangkan titik yang satu kebetulan aman,” jelasnya.***

 

Timor Tengah Selatan Kpktipikor.id

 

Ferdinandus

kabiro Timur Tengah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA