Transaksi Solar untuk Proyek RSU Gracia Maris Dipertanyakan, Nama Yanto dan Sejumlah Oknum Mencuat

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Nov 2025 07:17 126 Korwil Nias

Gunungsitoli – kpktipikor.id
Kamis, 13 November 2025
Dugaan praktik bisnis minyak solar ilegal mencuat di Gunungsitoli dan diduga melibatkan seorang oknum yang dikenal dengan sapaan Yanto atau berinisial SK. Selain itu, sejumlah oknum aparat serta seorang wartawan dari salah satu stasiun televisi swasta juga disebut-sebut turut terlibat dalam proses transaksi.
Kasus ini disebut berkaitan dengan suplai bahan bakar solar untuk kegiatan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Gracia Maris, yang berlokasi di Desa Miga, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.
Menurut informasi yang diperoleh, solar yang digunakan dalam proyek tersebut mencapai 2.000 liter, dengan harga yang tercantum pada kuitansi sebesar Rp18.500 per liter, sehingga total pembayaran diduga mencapai Rp37.000.000. Pembayaran tersebut disebut dilakukan pada 2 Oktober 2025.
Pihak pengembang proyek disebut mempercayakan penyediaan bahan bakar kepada seorang vendor. Namun sumber internal menyebut adanya dugaan penyalahgunaan kewenangan karena solar tersebut tidak diambil melalui jalur resmi Pertamina, melainkan dari sumber yang diduga tidak legal demi mendapatkan keuntungan tambahan.
Lebih jauh, seorang oknum wartawan televisi swasta disebut diduga memfasilitasi transaksi melalui kuitansi bermaterai, sementara oknum aparat diduga berperan sebagai pihak pengamanan dalam aktivitas tersebut.
Ketika awak media mencoba meminta klarifikasi, SK/Yanto tidak memberikan penjelasan. Sikap diam tersebut menimbulkan tanda tanya baru dan membuat publik semakin mempertanyakan kebenaran informasi yang beredar.
Selain itu, SK juga diduga membiayai kedatangan oknum aparat penegak hukum ke Gunungsitoli dengan tujuan menekan seorang pengusaha yang disebut sebagai rival bisnisnya. Informasi ini masih dalam penelusuran lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak aparat maupun wartawan TV yang disebut dalam dugaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. Tim redaksi akan terus berupaya melakukan konfirmasi dalam waktu dekat.

Jurnalis: Noverius Sadawa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA