Warga Muara Setulen Suarakan Terima Kasih: “Bupati Salim Fakhry Cepat, Tanggap, dan Hadir Saat Kami Membutuhkan”

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Des 2025 01:17 19 Admin KPK

Aceh Tenggara , kpktipikor id – Di tengah hamparan lumpur setebal setengah meter, bongkahan kayu besar yang berserakan, dan rumah warga yang porak poranda, ada satu suara yang menggetarkan suasana duka di Desa Muara Setulen, Kecamatan Babul Makmur. Suara dari seorang warga, Berutu, yang dengan penuh haru menyampaikan apresiasi kepada pimpinan daerah yang hadir paling awal dan bergerak paling cepat.

“Saya mewakili warga Muara Setulen mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry – Heri Al Hilal. Beliau turun langsung dan membantu kami yang terdampak banjir bandang,” ucap Berutu dengan mata berkaca-kaca, Kamis (5/12/2025).

Tidak hanya ucapan terima kasih, Berutu menyampaikan keyakinan yang lahir dari rasa hormat dan pengalaman langsung melihat respon cepat Bupati.

“Salim Fakhry Bupati dua periode!” serunya lantang di tengah kerumunan warga yang masih bergotong royong membersihkan pemukiman.

Menurutnya, langkah cepat Bupati bukan sekadar simbol, melainkan aksi nyata. Alat berat dikerahkan untuk membuka akses jalan yang tertutup lumpur tebal, material kayu, dan bebatuan besar. Tim gabungan bekerja tanpa mengenal waktu, sementara Salim Fakhry terlihat memantau langsung setiap sudut desa.

Kehadiran tokoh penting daerah seperti Wakil Bupati Heri Al Hilal, Ketua DPRK Aceh Tenggara Denny Febrian Roza, Kajari Aceh Tenggara Mohammad Purnomo Satriyadi, S.H., M.H., serta para kepala OPD, menandakan keseriusan pemerintah dalam menangani bencana ini. Mereka kompak turun ke lokasi, berdialog dengan warga, dan memastikan semua kebutuhan mendesak terpenuhi.

“Hari ini kita salurkan bantuan masa panik berupa makanan ringan, selimut, dan kasur gulung bagi ratusan warga Desa Muara Setulen,” kata Bupati Salim Fakhry saat membagikan bantuan.

Ia menegaskan, kondisi warga adalah prioritas utama.
“Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang.”

Desa Muara Setulen termasuk wilayah paling parah diterjang banjir. Hantaman air mencapai dua meter, menyeret rumah, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur warga.

Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan yang ditinggalkan sangat berat. Selain lumpur setinggi 50 cm, material kayu besar sisa banjir masih memenuhi halaman dan ruangan rumah.

Bupati menyampaikan bahwa berbagai bantuan juga sudah mengalir dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat.

“Posko bantuan, obat-obatan, dan layanan kesehatan telah kita siapkan. Kita ingin memastikan seluruh kebutuhan mendesak warga terpenuhi,” ujarnya.

Di sela-sela penyaluran bantuan, Kadis Sosial Aceh Tenggara, Bahagiawati, menyebutkan bahwa ratusan warga mendapat jatah pangan reguler setiap harinya.

“Dinas Sosial memberikan bantuan pangan tiga kali sehari. Ini untuk memastikan warga tidak kekurangan makanan selama masa darurat,” jelasnya.

Usai memastikan bantuan terdistribusi dengan baik di Desa Muara Setulen, Bupati Salim Fakhry kembali melanjutkan perjalanan menuju Desa Salim Pinim yang juga terdampak banjir bandang. Dengan kondisi akses yang masih licin dan dipenuhi material, perjalanan dilakukan dengan penuh kewaspadaan.

Namun bagi warga, kehadiran Bupati di tengah situasi genting seperti ini memberikan rasa aman dan keyakinan bahwa mereka tidak sendirian.

Di Muara Setulen, sebelum beranjak, Berutu kembali menegaskan rasa bangganya.
“Bupati kami cepat turun, cepat bertindak. Kami bangga dan bersyukur beliau ada di garis depan bersama kami.” Sukardi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA