Wali Murid Meradang, Menu MBG di SPPG Giri Kencana Diduga Jauh Dari Standar Kelayakan

waktu baca 3 menit
Kamis, 26 Feb 2026 01:31 2 Admin KPK

Bengkulu Utara, Kpktipikor.id ~ Hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan, langsung ramai. Bukan soal tugas atau PR, tapi soal menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan ke siswa.

Banyak orang tua dan siswa kompak memposting isi paket yang diterima. Isinya? Satu bungkus roti, satu buah salak, sebungkus kacang tojin, tiga biji buah kurma dan sebutir telur.

Seharusnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik di Kabupaten Bengkulu Utara, di kecamatan Ketahun kini menuai sorotan dan Diduga Jauh dari standar kelayakan.

Sejumlah wali murid menilai menu pada hari Senin 23.02.2026, yang disajikan Diduga Jauh dari Kelayakan, tidak sesuai dengan standar gizi dan petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah dan diduga menu ramping tidak sampai 10 ribu per ompreng

Berapa wali murid yang tidak mau di sebutkan namanya di media, mengaku kecewa dengan menu MBG Giri Kencana di kecamatan Ketahun kabupaten Bengkulu Utara, Menu yang disajikan di SDN 042, MTS dan SMAN 5 Bengkulu Utara Diduga Jauh dari standar kelayakan.

Beberapa wali murid menilai makanan yang diterima anak didik sangat minim gizi dan jauh dari standar kalori yang telah ditentukan dan menu yang di sajikan dibawah 10 ribu.

“Menu yang diterima sangat tidak layak dan jauh dari standar yang sudah ditetapkan,” kata Sumber, Senin (23/02/2026).

Menurut Sumber, menu yang dibagikan oleh sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana itu, hanya berisi, Satu Potong roti, Satu buah Salak, Satu butir telur, sebungkus kacang tojin, sebutir telur dan tiga biji buah kurma, Ia menilai komposisi itu tidak memenuhi kebutuhan gizi minimal anak sekolah dan di duga menu tidak sampai 10 ribu.

“Kami tidak menolak programnya. Tapi anak-anak butuh makanan bergizi, bukan sekadar mengenyangkan. Kalau seperti ini terus, tujuannya tidak akan tercapai,” ujarnya.

Sumber berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap pihak penyedia.

“Program ini jangan dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi. Kalau pelaksanaannya tidak sesuai juknis, yang jadi korban adalah anak-anak, calon masa depan bangsa,” tegas sumber

Ia mempertanyakan, apakah memang tidak ada evaluasi menu khusus selama Ramadan? Apakah ini standar di semua daerah, atau hanya terjadi di wilayah tertentu?

Ramadan identik dengan kebutuhan asupan yang lebih diperhatikan saat berbuka. Karena itu, sebagian warga berharap menu MBG tak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memenuhi unsur gizi yang layak.

Program MBG sejatinya punya tujuan mulia: membantu pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar. Namun tanpa transparansi anggaran dan pengawasan kualitas di lapangan, niat baik bisa berubah menjadi sorotan publik.

Ketika dikonfirmasi pihak SPPG Giri Kencana, yang berinisial KZ selaku Asisten Pembantu mitra, menjelaskan bahwa menu di berikan pada hari ini melebihi 10 ribu

“Harga Roti 5 ribu, salak 18 ribu per kilogram” Jelas KZ

Untuk Kacang tojin kami beli dari warung eceran, dan untuk kurma di antar langsung dari Arga Makmur, Jelasnya

“Untuk menu hari ini 10 ribu lebih, tidak benar itu apa yang di ucapkan wali murid, dibawah 10 ribu,” Tegasnya

Perlu di perhatikan bahwa program MBG Bertujuan untuk memastikan bahwa kebutuhan gizi harian masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan ibu, dapat tercukupi dengan baik sesuai dengan standar Angka Kecukupan Gizi. (DF)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA