Kota Mojokerto, 19 Maret 2026 – Pemerintah Kota Mojokerto menginstruksikan penguatan pengamanan dan ketertiban lingkungan saat perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang tahun ini berlangsung beririsan. Instruksi tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas dari 18 kelurahan.
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menekankan pentingnya sinergi aparat kewilayahan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat selama momentum hari besar keagamaan.
“Mohon kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan untuk mengoptimalkan pengamanan lingkungan dan ketertiban umum,” pesannya saat menyampaikan pengarahan di Pendapa Sabha Kridatama, Rumah Rakyat, Kamis (19/3).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain peringatan hari besar agama, antisipasi terhadap potensi bencana juga menjadi atensi utama mengingat wilayah Kota Mojokerto dikelilingi sejumlah aliran sungai besar serta rawan cuaca ekstrem seperti angin puting beliung.
“Kita tidak boleh lengah. Kota Mojokerto memiliki potensi risiko bencana yang harus diwaspadai bersama, terutama di kawasan permukiman padat penduduk,” tegasnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama. Baik dalam perayaan Nyepi maupun terkait perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri.
“Pemkot Mojokerto telah menyiapkan skenario antisipasi, termasuk penyediaan lokasi salat Id agar seluruh masyarakat tetap dapat beribadah dengan nyaman. Kami pastikan pemerintah hadir memberikan fasilitasi, baik bagi yang merayakan lebih awal maupun yang berbeda hari, agar semua dapat menjalankan ibadah dengan khidmat,” jelasnya.
Mengakhiri arahannya, Ning Ita mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat sinergi demi menjaga ketentraman dan ketertiban Kota Mojokerto, sekaligus menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. (hari)
Tidak ada komentar