Utusan LSM KPK-RI Ikuti Dialog Kunjungan Menko Polkam di Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto

waktu baca 3 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 19:37 4 Korwil jawa timur

MOJOKERTO, 14 Februari 2026 ~ Dikarenakan Ketua DPC KPK-RI M Arif SH, ada kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan, Ketua KPK-RI mengirim utusan untuk ikut menyambut kedatangan Menko Polkan RI Djamari Chaniago dalam lawatannya di Ponpes Amanatul Ummah, 14 Pebruari 2026

Dalam kesempatan tersebut, Menko polkam Djamari Chaniago, juga melakukan pertemuan dengan beberapa OPD serta Pimpinan LSM Kabupaten Mojokerto, yang didampingi Pengasuh Pondok Pesantren, Dr KH Asep Sdaifudin Chalim MA.

KH Asep menyampaikan bahwa pihaknya sedang berikhtiar menjadikan Mojokerto maju, adil, dan makmur. “Prabowo mawakafkan dirinya untuk negara ini. Kita harus malu dan harus bekerja untuk Mojokerto tercinta, selayaknya menjadikannya peconthan karena di Mojokerto ini pernah ada kerajaan besar yaitu Majapahit,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan data terkait kondisi nasional, “Indonesia pertumbuhan ekonominya meningkat tapi jumlah kemiskinan juga meningkat. Konon dikatakan Indonesia dikuasai hanya 52 keluarga. Oleh karena itu mereka yang merasa terusik akan melakukan beberapa cara dan melempar bola-bola liar. Sudah lama rakyat merindukan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.” Namun demikian, ia menekankan bahwa dengan kepemimpinan Bupati saat ini, pertumbuhan ekonomi Mojokerto menjadi tertinggi di Jawa Timur.

Dalam pidatonya, Menko Polkam menyampaikan bahwa Mojokerto adalah kabupaten pertama yang mengundangnya untuk datang. “Rasanya belum ada kabupaten yang mengajak saya untuk hadir ke kabupatennya, baru Mojokerto. Itu yang saya ingin cari dan temukan, yang akan saya laporkan kepada Presiden,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyejahterakan rakyat. “Para pemerintah daerah punya kewajiban dan tanggung jawab,” ucapnya.

Menko Polkam juga mengingatkan tentang bahaya hoax yang menyebar melalui media digital. “Pada kasus lalu Agustus September silam, ketika saya belum ada di kabinet, terjadi pembakaran di beberapa tempat. Itu tidak boleh terjadi lagi. Yang menyebabkan itu adalah handbook (media yang menyebarkan hoaks). Jangan percaya hal yang menghancurkan kehormatan dan kebersamaan rakyat,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara benar jika ada keluhan. “Demo tidak dilarang, tapi jangan sambil membakar, pakai bom Molotov, atau menyerang petugas. Itu dilarang sama sekali. Jika ada keluhan, datanglah ke Bupati, Dewan, Kapolres, Danramil, atau Babinsa. Jangan langsung percaya berita bohong yang menyatakan Bupati korupsi tanpa bukti,” jelasnya.

Menko Polkam menambahkan bahwa setelah melihat kondisi Mojokerto, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah yang perlu diwaspadai secara serius. “Betapa hebatnya Mojokerto, jadi tidak perlu ada-ada lagi masalah yang tidak perlu,” katanya.

Selain itu, Menko Polkam juga mengingatkan pentingnya menjaga alam karena wilayah Mojokerto sebagian besar berbukit-bukit. “Bencana alam bisa menimpa kapan saja. Jangan menyakiti alam agar alam tidak menyakiti kita. Lihat contoh di Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Jawa Tengah bencana alam menyebabkan kerusakan besar bahkan korban jiwa,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengingatkan dan melaporkan jika ada orang yang mengganggu kelestarian alam. “Kalau kita menyayangi alam, alam akan menyayangi kita. Sumber mata air akan tetap ada dan tanah akan terhindar dari longsor,” pungkasnya. (har)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA