Urgensi Pembelajaran Al-Qur’an di Perguruan Tinggi Islam: Meneguhkan Ilmu, Akhlak, dan Profesionalitas

waktu baca 3 menit
Senin, 17 Nov 2025 12:42 124 Admin KPK

Tapaktuan 17 November 2025

1. Al-Qur’an Sebagai Fondasi Keilmuan dan Pendidikan

Dalam dunia pendidikan, pembelajaran Al-Qur’an bukan sekadar pelajaran tambahan, tetapi fondasi utama dalam membentuk kecerdasan spiritual, moral, dan intelektual.

Semakin seseorang mendalami Al-Qur’an, semakin sadar ia bahwa banyak ilmu yang belum ia ketahui. Al-Qur’an adalah sumber hikmah yang tidak pernah habis dikaji.

Allah SWT berfirman:

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا عَلَيْهِمْ مِّنْ اَنْفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيْدًا عَلٰى هٰٓؤُلَاۤءِۗ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتٰبَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَّهُدًى وَّرَحْمَةً وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَࣖ ۝٨٩

wa yauma nab‘atsu fî kulli ummatin syahîdan ‘alaihim min anfusihim wa ji’nâ bika syahîdan ‘alâ hâ’ulâ’, wa nazzalnâ ‘alaikal-kitâba tibyânal likulli syai’iw wa hudaw wa raḫmataw wa busyrâ lil-muslimîn

” (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghadirkan seorang saksi (rasul) kepada setiap umat dari (kalangan) mereka sendiri dan Kami mendatangkan engkau (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Kami turunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang muslim.”
( QS An – Nahl [16]:89)

Ayat ini menegaskan bahwa pendidikan apa pun, terutama di lembaga Islam, harus bersumber dari nilai-nilai Qur’ani.

2. STAI Tapaktuan dan Komitmen Penguatan Literasi Qur’ani

Sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan, STAI Tapaktuan menghadirkan mata kuliah Hifzhil Qur’an dan Tahsinul Qur’ansebagai langkah strategis.

Mahasiswa tidak hanya belajar membaca dengan baik dan benar, tetapi juga dituntut untuk:

– Menghafal ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan dunia pendidikan,
* Memahami arti dan makna ayat,
* Mengambil nilai-nilai pendidikan di dalamnya, dan
* Mengimplementasikannya dalam praktik keguruan.

Rasulullah SAW mengajar bahwa orang terbaik adalah mereka yang menyebarkan Al-Qur’an, bukan hanya membacanya:

صحيح البخاري ٤٦٣٩: حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَلْقَمَةُ بْنُ مَرْثَدٍ سَمِعْتُ سَعْدَ بْنَ عُبَيْدَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ قَالَ وَأَقْرَأَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ فِي إِمْرَةِ عُثْمَانَ حَتَّى كَانَ الْحَجَّاجُ قَالَ وَذَاكَ الَّذِي أَقْعَدَنِي مَقْعَدِي هَذَا

Shahih Bukhari 4639: Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal Telah menceritakan kepada kami Syu’bah ia berkata: Telah mengabarkan kepadaku ‘Alqamah bin Martsad Aku mendengar Sa’d bin Ubaidah dari Abu Abdurrahman As Sulami

Dari ‘Utsman radliyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Orang yang paling baik di antara kalian adalah seorang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.”

Berkata: Dan Abu Abdurrahman membacakan (Al Qur`an) pada masa ‘Utsman hingga Hajjaj pun berkata: “Dan hal itulah yang menjadikanku duduk di tempat dudukku ini.” ( HR Bukhari No 4639)

Dengan demikian, mahasiswa STAI Tapaktuan diharapkan menjadi generasi pendidik yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual.

3. Integrasi Al-Qur’an dengan Dunia Profesi Pendidikan

Pembelajaran Al-Qur’an di perguruan tinggi memberi bekal penting saat mahasiswa memasuki praktik lapangan (PPL) maupun dunia kerja. Ayat-ayat yang mereka hafal dan pahami akan menjadi:

1. Sumber inspirasi
dalam mengajar,
2 Pedoman etika profesi,
3 Motivasi dalam menghadapi tantangan,
4.Landasan akhlak sebagai pendidik muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat akan meliputi mereka, malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat yang berada di sisi-Nya” .
( HR MUSLIM)

Ini menggambarkan bahwa orang yang hidup bersama Al-Qur’an akan disinari ketenangan dan keberkahan dalam profesinya.

4. Menanamkan Nilai Spiritual untuk Masa Depan yang Berkah

Mahasiswa yang menempuh pendidikan berbasis Al-Qur’an diharapkan menjadi teladan di masyarakat.

Ilmu yang bersumber dari wahyu memberi kekuatan bagi mereka untuk menjadi pendidik yang berkarakter, bijaksana, dan penuh tanggung jawab.

Semoga pendidikan di STAI Tapaktuan menjadi wasilah keberkahan, melahirkan lulusan yang dekat dengan Al-Qur’an dan mampu membawa pencerahan dalam dunia pendidikan.

NARA SUMBER : Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I.

Penyuluh Agama Islam KUA dan Dosen STAI TAPAKTUAN

EDITOR

@ WIRA TAPAKTUAN 1984. KPKTIPIKOR

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA