Bogor, kpkTipikor .id
Viral dan heboh didinas pendidikan kabupaten Soal adanya dua oknum ASN yang serumah dan masih terikat suami istri dengan pasangan pertama mencoreng Marwah kabupaten Bogor yang dijuluki Kota Beriman dan tagline Gemilang Menuju Sejahtera.
Bahkan sudah terendus pula bakal ada lagi level lebih tinggi pejabat ternama,yang berhubungan asmara dengan gadis baru SMA juga janda mantan tim sukses pemenangan,dari sumber yang diketahui media.
Istilah Kumpul Kebo Mungkin kini sudah usang ditelan jaman.
Mengapa sebab secara akal kalo kumpul kebo itulah kewajaran didunia binatang .
Relevan jaman saat ini, apalagi terjadi didunia pendidikan bisa mengutip istilah baru ” Kebo Kumpul ” karena wujud manusia bersifat seperti binatang.
Senada hal itu diungkap
Ketum FRRAK ( Front Revolusioner Rakyat Anti Korupsi) ,Doel Samson Sambar Nyawa menyatakan ketegasan atas fakta dua ASN didinas pendidikan Kabupaten Bogor sebagai KLB ( Kejadian Luar biasa).
“Ini harus diumumkan situasi dan kondisi parah dan darurat kalo perlu KLB .
Sebab moralitas ASN saja yang terdidik bisa begitu ancur dan tak bermoral selaku contoh masyarakat dan krops Pegawai negeri.
Apalagi berstatus pengawasan SD dan SMP.
Maka yang menarik adalah pertanyaan Kenapa oleh Sekda di pecat ,bagi saya itu intinya ?.
Pertama, kenapa di pecat karena ke 2 ASN cecunguk tersebut membuat malu Pemda selingkuh kok sudah pada tua bau tanah pula.
kalo mau selingkuh itu cari yang muda bukan yang tua bau tanah pula .
Kedua : ..2 ASN cecunguk tersebut menjatuhkan martabat Pemda Bogor selingkuh kok ketahuan selama ini kan pejabat ASN Bogor jika selingkuh itu rapi ga ketauan yang tertinggal hanya bekas kondom ” tegas Doel Samson pada media ,Minggu (21/12).
Aduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran disiplin oleh oknum pengawas SD dan SMP ditindak lanjuti oleh Sekda Kabupaten Bogor.
Dimana keputusan tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, sebagai bentuk komitmen Pemkab Bogor dalam menegakkan integritas dan kedisiplinan ASN sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyikapi adanya aduan masyarakat terkait oknum pengawas SD dan SMP. Pemkab Bogor telah menindaklanjuti aduan tersebut melalui mekanisme pemeriksaan yang profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
sudah melakukan tindakan hukuman disiplin kepada dua orang itu, yaitu hukuman yang seberat-beratnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 94 Tahun 2021
“Terhadap dua ASN yang bersangkutan telah dijatuhkan hukuman seberat-beratnya sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dengan hukuman tertinggi yakni pemberhentian dengan hormat tanpa permintaan dari yang bersangkutan kita hentikan sebagai pegawaian tidak disiplin,” ujar Sekda.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil setelah melalui proses yang panjang dan berjenjang, mulai dari pemeriksaan di tingkat perangkat daerah, Inspektorat, hingga tim pemeriksa khusus. Pada 10 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Bogor menerima rekomendasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), yang kemudian ditindaklanjuti dengan penetapan hukuman disiplin pada 11 Desember 2025.
Surat keputusan hukuman disiplin telah disampaikan kepada yang bersangkutan pada 15 Desember 2025, sekaligus memberikan kesempatan pengajuan upaya banding administratif selama 14 hari kerja sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku.
Sekda menegaskan, saat ini kedua oknum tersebut tidak lagi menjalankan tugas sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan pelayanan pendidikan berjalan dengan baik.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten untuk senantiasa menjaga harkat dan martabat institusi. Setiap tindakan yang kita lakukan akan berdampak kembali kepada diri kita sendiri. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Oleh karena itu, peristiwa ini harus menjadi pembelajaran sekaligus bahan introspeksi bagi kita semua.
“Ke depan, hal serupa tidak boleh terulang kembali. Kita wajib menjaga amanah dan kehormatan sebagai pelayan masyarakat, dengan mengedepankan integritas serta memberikan keteladanan yang sebaik-baiknya,” tegasnya.
Sebagai pelayan publik, ASN diharapkan mampu menjadi teladan, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta mengedepankan integritas demi kemajuan Kabupaten Bogor.
“Ini adalah amanah Bupati Bogor kepada kita semua, untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mewujudkan Bogor yang lebih baik,” pungkas Sekda.
( Tim Investigassii Nasional)
Tidak ada komentar