Kupang, Nusa Tenggara Timur — Senin, 6 Oktober 2025Kupang – Seorang pria asal Kelurahan Liliba, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, bernama Soleman Tlonaen, memberikan tanggapan tegas terkait meningkatnya kasus perceraian yang belakangan ini marak terjadi di berbagai wilayah di NTT.
Menurut Soleman, banyak perceraian yang terjadi bukan semata-mata karena permasalahan antara suami dan istri, melainkan karena kurangnya peran dan pemahaman orang tua dari kedua belah pihak. Ia menilai bahwa sering kali orang tua gagal memberikan jalan keluar yang bijak bagi anak-anak mereka yang sedang mengalami masalah rumah tangga.
> “Semua ini terjadi hanya karena terkadang orang tua dari kedua belah pihak tidak memahami pentingnya memberikan jalan keluar bagi anak-anak mereka,” ujar Soleman saat diwawancarai, Senin (6/10/2025).
Lebih lanjut, ia juga menyoroti bahwa sebagian orang tua justru mendorong perceraian dengan alasan ingin anaknya hidup lebih baik secara ekonomi, tanpa memikirkan nilai moral dan tanggung jawab keluarga.
> “Yang lebih buruk lagi, banyak kejadian disebabkan oleh orang tua yang berpikir anaknya akan hidup lebih baik, padahal mereka lupa bahwa sejak dahulu kala leluhur dan nenek moyang kita hidup dari kesusahan dulu baru menikmati kebahagiaan kemudian,” tambahnya.
Soleman menegaskan, perlunya evaluasi dan sosialisasi dari masyarakat serta pihak berwenang agar kasus perceraian di NTT tidak terus meningkat. Ia mengingatkan bahwa ketika perceraian terjadi, terutama bagi pasangan yang sudah memiliki anak, maka bukan hanya keluarga yang hancur, tetapi harga diri dan nilai kemanusiaan juga ikut memudar.
> “Kalau orang tua dari kedua belah pihak tidak mau memperbaiki hubungan anak-anak mereka, seolah-olah harga diri sudah tidak ada lagi nilainya di mata masyarakat,” tutup Soleman.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat NTT agar lebih bijak, saling mendukung, dan mengutamakan penyelesaian damai dalam rumah tangga, demi menjaga keharmonisan keluarga dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
📍 Kupang, Nusa Tenggara Timur (Kelurahan Liliba, Kabupaten Kupang)
📅 Tanggal: Senin, 6 Oktober 2025
🖊 Jurnalis: Ferdinandu
Tidak ada komentar