Setahun Menjabat, GUS BARRA Gaet Progres Pemindahan Ibukota Kabupaten Ke Mojosari

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 09:16 1 Korwil jawa timur
Keterangan foto : Gus Barra Bupati Mojokerto, bersama Presiden Prabowo.

Mojokerto, 20 Februari 2026 – Akhirnya memasuki tahun pertama kepemimpinan, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al-Barra, Lc., M.Hum (Gus Barra) mengumumkan program terbarunya yang ambisius: rencana pemindahan ibukota kabupaten dari Mojokerto Kota ke Kecamatan Mojosari. Kebijakan ini menjadi sorotan utama dalam rangkaian capaian yang diraihnya selama satu tahun menjabat.

CAPAIAN SATU TAHUN KEPEMIMPINAN

Sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Gus Barra telah menjalankan berbagai program unggulan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat:

– Pendidikan: Beasiswa senilai 390 juta rupiah telah disalurkan untuk 13 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program “Catur Abhipraya Mubarok” juga berhasil meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan guru, peningkatan fasilitas sekolah, dan pengembangan kurikulum.
– Kesehatan: Program kesehatan gratis dengan hanya menggunakan KTP telah menjangkau ribuan warga. Pemeriksaan kesehatan preventif juga telah dilakukan di seluruh sekolah, mulai dari TK hingga SMA, untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.
– Infrastruktur: Ribuan rumah masyarakat kurang mampu telah diperbaiki melalui program bedah rumah. Sebesar 28 miliar rupiah juga dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur tempat ibadah di 51 lembaga keagamaan, ditambah perbaikan jalan, jembatan, dan saluran irigasi yang masif.

Selain itu, Gus Barra juga telah meraih berbagai penghargaan, termasuk sebagai pemimpin muda berprestasi dan pemimpin terbaik dalam pengelolaan kesehatan daerah.

PROGRAM TERBARU: PEMINDAHAN IBUKOTA KE MOJOSARI

Rencana pemindahan ibukota kabupaten ke Mojosari dirancang untuk mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Menurut Gus Barra, lokasi baru dipilih karena memiliki potensi geografis yang strategis dan ruang yang lebih luas untuk pengembangan infrastruktur pemerintahan serta fasilitas publik.

“Pemindahan ibukota bukan hanya tentang tempat kerja pemerintah, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat membawa pembangunan ke seluruh pelosok daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” ujarnya.

Rencana ini akan melalui tahap studi kelayakan dan konsultasi dengan berbagai pihak sebelum diwujudkan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.////

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA