GOMO, kpktipikor.id NIAS SELATAN – 12 Desember 2025
Kepedulian terhadap keselamatan infrastruktur publik dan kenyamanan masyarakat kembali menjadi perhatian serius setelah Sekretaris DPD GMICAK Kepulauan Nias, Noverius Sadawa, bersama staf teknis UPTD Bidang SDACK Gunungsitoli – Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara Bidang Bina Marga, melakukan peninjauan langsung terhadap bronjong yang dilaporkan mengalami pergeseran di wilayah perbatasan Desa Hiliana’a, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan.
Kunjungan lapangan tersebut merupakan respon cepat atas informasi dari masyarakat terkait kondisi bronjong penahan tebing yang tidak lagi berada pada posisi semula. Pergeseran tersebut dinilai dapat membahayakan akses jalan serta mengancam pemukiman warga, terutama saat intensitas hujan tinggi yang berpotensi memicu longsor.
Dalam pengamatannya, Noverius Sadawa menyampaikan kekhawatirannya terhadap tingkat pergeseran bronjong yang dianggap cukup signifikan.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: video;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;
“Jika tidak segera ditangani, situasi ini dapat membawa risiko lebih besar bagi lingkungan sekitar maupun akses jalan. Kami berharap adanya respon cepat dan tindakan nyata dari pihak terkait untuk mencegah dampak yang lebih serius,” tegas Noverius.
Sementara itu, tim teknis dari UPTD PUPR Bidang SDACK Gunungsitoli yang turut hadir melakukan pemeriksaan detail terhadap kondisi lapangan. Pemeriksaan meliputi kemiringan tanah, stabilitas bronjong, serta potensi longsor yang dapat membahayakan masyarakat. Keterlibatan langsung tenaga teknis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons setiap laporan warga secara profesional.
Kehadiran kedua pihak ini mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Hiliana’a dan wilayah sekitar. Warga berharap penanganan segera dilakukan mengingat bronjong tersebut berfungsi sebagai penahan tebing sekaligus pelindung jalur transportasi utama yang menghubungkan wilayah Gomo.
Melalui peninjauan ini, diharapkan segera dirumuskan langkah penanganan terukur, mulai dari perbaikan struktur fisik bronjong hingga upaya mitigasi jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa. Percepatan penanganan menjadi kunci dalam menghindari potensi bencana serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah Gomo dan sekitarnya tetap terjaga.
NOVERIUS SADAWA
Tidak ada komentar