Sekertaris LSM GMICAK dan UPTD PUPR Gunungsitoli Tinjau Bronjong Bergeser di Desa Hiliana’a Gomobi

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Des 2025 12:55 49 Korwil Nias

kpktipikor.id
GOMO, NIAS SELATAN – 12 Desember 2025
Kepedulian terhadap keselamatan infrastruktur publik dan kenyamanan masyarakat kembali menjadi perhatian serius setelah Sekretaris DPD GMICAK Kepulauan Nias, Noverius Sadawa, bersama staf teknis UPTD PUPR Gunungsitoli – Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara Bidang Bina Marga, melakukan peninjauan langsung terhadap bronjong yang dilaporkan mengalami pergeseran di wilayah perbatasan Desa Hiliana’a, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan.

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: video;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

Kunjungan lapangan ini merupakan respon cepat atas informasi masyarakat terkait bronjong penahan tebing yang tidak lagi berada pada posisi semula. Pergeseran tersebut dinilai dapat membahayakan akses jalan serta mengancam pemukiman warga di sekitar lokasi, terutama pada kondisi cuaca ekstrem.
Dalam pengamatannya di lapangan, Noverius Sadawa menyampaikan kekhawatirannya atas tingkat pergeseran bronjong yang cukup signifikan.
“Jika tidak segera ditangani, situasi ini dapat membawa risiko lebih besar bagi lingkungan sekitar maupun akses jalan. Kami berharap adanya respon cepat dan tindakan nyata dari pihak terkait untuk mencegah dampak yang lebih serius,” tegas Noverius.
Sementara itu, tim teknis dari UPTD PUPR Gunungsitoli yang turut hadir melakukan pemeriksaan detail terhadap lokasi, termasuk mempelajari kemiringan tanah, stabilitas bronjong, serta potensi longsor yang dapat terjadi. Keterlibatan mereka mencerminkan komitmen pemerintah dalam merespon setiap laporan warga secara langsung dan profesional.
Kehadiran kedua pihak ini mendapat apresiasi dari masyarakat Desa Hiliana’a dan sekitarnya. Warga berharap penanganan segera dilakukan mengingat bronjong tersebut memiliki fungsi vital dalam menjaga kestabilan tebing sekaligus melindungi jalur transportasi yang menjadi akses utama masyarakat Gomo.
Dengan adanya peninjauan ini, diharapkan segera disusun langkah penanganan yang terukur, mulai dari perbaikan struktur fisik bronjong hingga upaya mitigasi risiko jangka panjang. Percepatan penanganan menjadi kunci penting dalam menghindari potensi bencana dan memastikan keselamatan masyarakat di wilayah Gomo dan sekitarnya tetap terjaga.

NOVERIUS SADAWA

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA