Nias Selatan — kpktipikor.id Kerusakan parah pada jalan penghubung Kecamatan Gomo dan Kecamatan Boronadu mendorong pemuda dari tiga desa di Kecamatan Gomo untuk turun langsung melakukan perbaikan secara swadaya. Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan pada Jum,at sampai Senin, 9 Februari 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Pemuda yang terlibat berasal dari Desa Lawa Lawaluo Gomo, Desa Sukamaju Mohili, dan Desa Hiliana’a Gomo, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan. Mereka berpartisipasi bersama membangun dan memperbaiki bagian jalan yang rusak agar tetap dapat dilalui masyarakat.
Aksi ini dilakukan karena kondisi jalan yang menghubungkan dua kecamatan tersebut dinilai sudah tidak layak dan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan sosial warga. Selain itu, para pemuda menilai perhatian pemerintah terhadap jalan tersebut masih sangat minim.
“Kami bergerak karena punya slogan: Banyak yang melihat, sedikit yang peduli. Maka dari itu, kami pemuda tiga desa belajar dan berinisiatif membangun jalan yang rusak ini dengan kemampuan yang ada,” ujar salah satu perwakilan pemuda di lokasi kegiatan.
Selain sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga menjadi bentuk harapan dan pengingat atas janji Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat berkunjung ke SMK Negeri 1 Boronadu, terkait rencana pembangunan jalan hotmix dari Kecamatan Gomo hingga Kecamatan Boronadu.
Para pemuda berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat segera merealisasikan janji tersebut, sehingga jalan penghubung antar-kecamatan dapat dibangun secara permanen dan layak guna.
Aksi gotong royong ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat dan menjadi bukti bahwa kepedulian pemuda masih menjadi kekuatan utama dalam menjawab persoalan pembangunan di daerah.
Jurnalis Sadawa
Tidak ada komentar