Pembangunan sumur air tanah untuk jaringan irigasi sumber dana APBN anggaran 2025 seperti siluman

waktu baca 4 menit
Jumat, 23 Jan 2026 18:22 13 Intelijen Nasional

Kepulauan Meranti Riau. Kpktipikor.id – pembangunan sumur air tanah untuk jarinan irigasi (JIAT) yang diluncurkan oleh kementerian pekerjaan umum Direktoratjendral sumber daya air, titik pekerjaan. Desa anak setatah, dan Desa segomeng Kecamatan Rangsang barat Kabupaten Kepulauan Meranti yang dlaksanakan oleh BWS 3 Provinsi Riau Gagal (23/01/2026)

Pantauan awak Media Dilapangan bahwa pembangunan sumber air tanah untuk jaringan irigasi (JIAT) tersebut seperti Proyek siluman, tidak Dijelaskan anggarannya dan tidak sesuai Prosedur Didalam plang tidak ada penjelasan Sumber dana dan berapa nilai proyeknya atau jangka waktu pekrjaannya bahkan Nama PT. Sebagai kontraktornyapun tidak ada Dijelaskan dalam pelang tersebut

Searusnya tertera Didalam plang mulai sumber dana dan nilai proyek yang Dibangun, Sedangkan Didalam plang tersebut hanya tertulis pembangunan sumber air tanah untuk jaringan irigasi (JIAT) titik pekerjaan Desa anak setatah Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti dan Desa Segomeng Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Sumberdana : APBN Tahun anggaran 2025

Sedangkan Desa Anak Setatah ada Dua (2) titik. Yaitu Dusun ujung air dan Dusun Demba, dan satu (1) titik lagi Didesa Segomeng

Sedangkan titik pengerjaan Didusun Ujung air Desa anak Setatah awalnya tidak kelihatan plangnya, Saat awak media mempertanyakan Kepada pekerja keberadaan plang tersebut, akhirnya plangnya ditemukan didalam paret seharusnya plang itu dipasang sesuai prosedur

Sedangkan titik berikutnya Didusun Demba Desa Anak setatah pembangunan sumber air tanah untuk jaringan irigasi tidak sama sekali plangnya, ada apa sebenarnya Dengan proyek pembangunan sumber air tanah untuk jaringan irigasi (JIAT)

Sedangkan titi berikutnya Didesa Segomeng Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Pembangunan Sudah hampir selesai namun dalam plangnya tidak ada dijelaskan sumber dana dan nilai harga proyek pun dan juga tidak ada Dijelaskan anggarannya

Pada minggu 18 januari 2026.awak media menemui masyarakat petani Dusun ujung air dan Dusun Demba Desa Anak setatah, yang Namanya tidak mau dipublikasikan, ia mengatakan kepada awak media bahwa proyek pembangunan sumber air tanah untuk jaringan irigasi (JIAT) ini Mulai Dikerjakan Pada Agustus 2025 yang lalu

Sampai saat ini pekerjaan belum selesai, Dalam hal ini Masyarakat kecewa dengan adanya pembangunan sember air tanah irigasi tersebut samppai saat ini tidak selesai

Kini Masyarakat mendesak kepada pihak penegak hukum, Seperti Kajati riau Kajagung dan KPK RI. Agar segera Diperiksa Oknum tersebut menyalah guna anggaran ApBN, yang bermain dan menyalah gunakan anggaran APBN yang diluncurkan Kementerian pekerjaan umum untuk Proyek Pembangunan sumber air tanah untuk jaringan irigasi (JIAT) Ujar masyarakat.

awak media datangi kantor Dinas pupr kabupaten kepulauan Meranti pada 20 januari 2026 pagi untuk mengkomfirmasi dan menemui kepala bidang (kabid) Perairan Hendri, kepada awak media ia menjelaskan, memang dalam hal ini kamipun keterbatasan informasi juga terkait pembangunan irigasi untuk pelaksananya langsung Dibws 3 pekanbaru provinsi riau cuma mereka kordinasi dan pemberi tahuan saja bahwa kami ada pekerjaan Disini itu saja ucap hendri.

Sambung hendri lagi Setahu saya total nilainya, Sekitar Enam puluh (60) miliar soalnya ada yang (JIAT) itupun ada beberapa titik, paparnya

Dikatakan hendri lagi itupun Saya kurang tau soalnya kemarin saya minta datanya sampai saat inipun belum ada data dari bws itu sayapun belum tau seperti apa karena pelaksananya dari bws 3 Provinsi dia ada dua, ada jenis galian pintu air dan sebagainya lah. Untuk beberapa desa, informasi yang saya dapatkan sekitar Enam (60) miliar untuk tiga (3) kabupaten sampai saat ini datanya saya tak punya, Saya Sudah menghubungi bws provinsi untuk minta datanya namun sampai sekarang tidak ada dikasi oleh bws provinsi riau Jelas hendri kabid perairan

Dikatakan hendri lagi berapa panjang, apa saja yang Dibangun dan lokasinya itu belum yang saya terima datanya pihak pelaksanapun tidak menjelaskan ucap hendri, Dijelasnya lagi yang satu lagi itu namanya (JIAT) Seperti air tanah itu menara sama pipa-pipanya namun Bwsnya sebagai pelaksana itu tidak ada bekordinasi dengan kita, pungkas hendri

Hal senada juga yang Disampaikan oleh Sekda Kepulauan Meranti, Sudandrik. SH Dikantor pada20 januari 2026 Siang. Ia mengatakan Sejauh ini kami belum mengetahwi Adanya pembangunan sumber air tanah untuk jaringan irigasi (JIAT) tersebut, yang Dilaksanakan Oleh Bws Provinsi riau. Jelas Sudandrik

Tambahnya lagi Sampai Saat ini data Secara perinci pun tidak ada masuk dan memberi tahu kepada kami, wajar saja masyarakat bertanya-tanya Disebabkan tidak ada keteranan Didalam plang tersebut. Pungkas Sudandrik. SH Sekda Kepulauan Meranti

Seharusnya Bws sebagai pelaksana Memberi data Secara teperinci kepa Dinas Pupr kabupaten Kepulauan Meranti, dan menerang Pertitik itu anggarannya atau biaya pembangunannya harus Dijelaskan, ini namanya sama sepert proyek Siluman tidak ada rincian yang jelas

Penulis : (Abu Sofyan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA