Pelabuhan Penyebrangan Balohan Sabang Sepi, Ekonomi Masyarakat Lemah

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Feb 2026 02:22 3 Intelijen Nasional

 

Sabang Aceh, kpktipikor.id.— Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Balohan, Sabang, tampak lengang dan sepi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi cerminan nyata melemahnya ekonomi masyarakat yang semakin terpuruk, daya beli masyarakat melemah, seiring tekanan ekonomi yang kian dirasakan warga.

Pantauan media ini di lapangan menunjukkan minimnya penumpang yang melakukan perjalanan keluar-masuk Sabang. Area pelabuhan yang biasanya ramai kini terlihat sepi, dengan antrean kendaraan dan penumpang yang jauh berkurang.

Erwin, salah seorang warga Kota Sabang, mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama menurunnya mobilitas masyarakat.

“Bukan karena masyarakat tidak ingin bepergian, tapi karena kondisi keuangan yang semakin sulit. Orang harus berpikir secara serius untuk keluar kota, semuanya disesuaikan dengan isi dompet,” ujar Erwin Syah kepada wartawan di Pelabuhan Balohan, kamis (05/02.026).

Menurutnya, situasi ini telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat. Banyak warga memilih menahan perjalanan non-mendesak karena biaya transportasi dinilai semakin memberatkan.
“Selama ini ekonomi masyarakat benar-benar terpuruk. Pelabuhan yang sepi ini jadi bukti nyata bahwa daya beli warga sedang tidak baik-baik saja,” tambahnya.

Kondisi sepinya pelabuhan juga dikhawatirkan berdampak lanjutan terhadap sektor jasa, pariwisata, hingga pelaku usaha kecil yang bergantung pada arus penumpang dan distribusi barang.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk mendorong pemulihan ekonomi Sabang, termasuk kebijakan yang mampu meringankan biaya transportasi dan menghidupkan kembali perputaran ekonomi lokal dengan tersedianya lapangan kerja untuk masyarakat.

Pelabuhan Balohan sebagai pintu utama konektivitas Sabang diharapkan tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga indikator kebangkitan ekonomi masyarakat di ujung barat Indonesia yang masa kini tampak ya semakin lesu, masyarakat harapkan pihak pemerintah termasuk BPKS untuk lebih giat membuat terobosan inovatif dalam mengerjakan ekonomi masyarakat dengan tersedianya lapangan kerja.

Megang tinggal menghitung hari, masyarakat butuh uang untuk rayakan hari megang untuk membeli daging sambut puasa sebagai hari yang sakral dan Suci bagi umat Islam, namun uang tidak dimiliki akibat tidak ada lapangan kerja, ketusnya.

Sudar: Kaperwil Aceh.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA