Garut, kpktipikor.id – Kekhawatiran ini muncul di tengah upaya pelestarian yang dinilai belum optimal untuk mengatasi masalah deforestasi yang sedang berlangsung.
Latar Belakang Masalah
Gerakan “Leuweung Hejo Rakyat Ngejo”: Slogan ini, yang berarti “hutan lestari rakyat bisa makan”, telah lama digemakan, terutama di Jawa Barat, sebagai filosofi lokal untuk menekankan pentingnya menjaga keseimbangan alam demi kesejahteraan masyarakat.
Kondisi Hutan: Meskipun ada berbagai program penghijauan dan konservasi dari pemerintah provinsi dan daerah (seperti gerakan “Leuweung Hejo” yang dicanangkan melalui surat edaran gubernur), laju kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan (pertanian, untuk perkebunan musiman) dan oknum perusak hutan masih menjadi ancaman nyata.
Dampak Sosial dan Lingkungan:
Kegundulan hutan menyebabkan berbagai dampak negatif, antara lain berkurangnya pasokan air bersih, erosi tanah, dan risiko bencana seperti banjir bandang dan tanah longsor, yang secara langsung merugikan warga setempat.
Kekecewaan warga bersumber dari:
Kurangnya Efektivitas Penegakan Hukum: Warga merasa kasus oknum perusak hutan seringkali tidak ditangani secara tuntas, dan penegakan hukum terhadap pelaku perusakan hutan dinilai belum tegas.
Ketidakoptimalan Program Konservasi: Meskipun ada komitmen pemerintah untuk mendukung pelestarian alam, warga menginginkan langkah nyata yang lebih sistematis dan berkelanjutan, bukan sekadar agenda seremonial.
Dampak Langsung pada Kehidupan Sehari-hari:
Kerusakan lingkungan secara langsung memengaruhi mata pencaharian dan keamanan hidup warga, yang mendorong munculnya keluhan dan tuntutan akan tindakan yang lebih serius dari pihak berwenang.
Pemerintah daerah, seperti yang diungkapkan oleh Wakil Bupati Garut,
telah menegaskan komitmen penuh untuk mendukung setiap langkah pelestarian alam dan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya tanggung jawab moral terhadap lingkungan.
Maka dengan itu kami sebagai warga ingin melestarikan hutan- hutan yang semakin gundul supaya bisa di tanami pohon-pohon produktif seperti jenis buah buahan demi menjaga kelestarian lingkungan,
Karna menurut kami melihat situasi dan kondisi kayu sebagian yang sudah cukup tua maka dengan itu supaya bisa di tanami pohon yang berpodutif,
Kolaborasi antara pemerintah, LSM, masyarakat, dan sektor swasta sangat penting untuk perlindungan hutan yang efektif.
Red,,, (Yogi Setiawan Kabiro Garut)
Tidak ada komentar