Maulid Nabi di Rutan Kelas II B Tapaktuan: Cahaya Hidayah di Balik Jeruji

waktu baca 4 menit
Sabtu, 15 Nov 2025 16:43 131 Admin KPK

Tapaktuan  15 November 2025

1. Maulid sebagai Momen Pencerahan Hati

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Rumah Tahanan Kelas II B Tapaktuan pada Kamis, 13 November 2025, menjadi momentum berharga bagi warga binaan untuk kembali mendekat kepada Allah melalui keteladanan Rasulullah.

Kehadiran berbagai unsur—Kajari, Kepala Puskesmas, penyuluh Agama Islam dari KUA Tapaktuan, Samadua, Kluet, serta perwakilan Kakankemenag Aceh Selatan oleh Kasi Bimas Islam Aljabar Fauzi, S.Ag.—menunjukkan besarnya dukungan terhadap pembinaan keagamaan di dalam rutan.

Allah SWT mengingatkan bahwa keteladanan Nabi Muhammad SAW adalah pedoman hidup bagi semua umat, tanpa terkecuali bagi mereka yang sedang menjalani pembinaan:

Al-Ahzab · Ayat 21

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ ۝٢١

laqad kâna lakum fî rasûlillâhi uswatun ḫasanatul limang kâna yarjullâha wal-yaumal-âkhira wa dzakarallâha katsîrâ

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.
( QS. Al Ahzab [33]: 21)

2. Dakwah yang Menguatkan: Membuka Hati di Tempat yang Terbatas

Ceramah yang disampaikan oleh Tgk. Ismail dari Labuhan Haji menjadi penguat jiwa bagi para warga binaan.

Pesan tentang keikhlasan, keridhaan, dan kemuliaan di sisi Allah memberi harapan baru bahwa setiap manusia selalu punya peluang untuk memperbaiki diri.

Beliau mengingatkan bahwa Allah SWT memuliakan siapa saja yang kembali kepada-Nya dengan hati tulus:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ۝١١

yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qîla lakum tafassaḫû fil-majâlisi fafsaḫû yafsaḫillâhu lakum, wa idzâ qîlansyuzû fansyuzû yarfa‘illâhulladzîna âmanû mingkum walladzîna ûtul-‘ilma darajât, wallâhu bimâ ta‘malûna khabîr

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
( QS Al – Mujadallah
[57]: 11)

Bagi warga binaan, pesan ini sangat relevan—bahwa masa lalu bukan akhir segalanya.

Justru di balik ujian inilah Allah SWT membuka pintu hidayah yang luas bagi mereka yang mau berubah.

3. Pembinaan Keagamaan: Jalan Menuju Perubahan Sejati

Kegiatan Maulid di rutan bukan sekadar acara seremonial, tetapi bagian dari pembinaan spiritual yang sangat dibutuhkan.

Program keagamaan memberi ruang bagi warga binaan untuk kembali memahami ajaran Islam, menguatkan akhlak, dan menumbuhkan kesadaran diri.

.

“Setiap anak Adam adalah bersalah dan sebaik-baiknya orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang mau bertaubat.”

HR. At-Tirmidzi (no. 2499), Ibnu Majah (no. 4251), Ahmad (III/198), al-Hakim (IV/244), dari Anas z, dan dihasankan oleh al-Albani dalam kitab Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 4391).

Hadis ini menjadi pijakan bahwa tidak ada manusia yang bebas dari khilaf, namun Allah SWT selalu membuka pintu taubat bagi hamba yang ingin memperbaiki diri.

4. Pengabdian Kepemimpinan yang Berkesan

Kegiatan Maulid tahun ini juga menjadi momen terakhir dalam masa kepemimpinan Ramli, S.H., selaku Kepala Rutan, sebelum memasuki purna bakti pada tahun 2026.

Di bawah kepemimpinannya, kegiatan keagamaan seperti ini mendapat ruang dan dukungan penuh.

Keberlanjutan program pembinaan menjadi warisan berharga bagi rutan dan para warga binaan.

Semoga apa yang beliau tanamkan menjadi amal jariyah yang mengalir tanpa putus.

5. Meneladani Rasulullah: Jalan Baru bagi Warga Binaan

Kegiatan Maulid ini memberi pesan kuat bahwa perubahan selalu mungkin dilakukan. Suritauladan Rasulullah SAW dalam kesabaran, kejujuran, dan kasih sayang bisa menjadi jalan hidup baru bagi warga binaan untuk melangkah lebih baik setelah kembali ke masyarakat.

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289)

Semoga kegiatan ini menjadi cahaya perubahan, mengangkat derajat, serta membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Penulis: Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I.

Penyuluh KUA Tapaktuan

EDITOR

@ WIRA TAPAKTUAN 1984 TIPIKOR

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA