Masyarakat Di Himbau Tidak Panik Terdapat Issue Kenaikan BBM Dari Medsos Yang Tidak Bisa Dipertanggung Jawabkan Kebenarannya
Surabaya, Kpktipikor.id – Lagi lagi dunia medsos membuat panik masyarakat terutama pemilik kendaraan bermotor. Beredarnya akun Tik Tok kenaikan harga BBM per 1 April membuat antrian panjang di seluruh SPBU baik dari swasta dan Pertamina.
Mendadak siang hari ini Selasa (31/03/2026) SPBU 54.601.111 Jl.Margorejo Indah no.70, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, dipadati oleh antrian pengendara motor dan mobil yang rela mengantri untuk mendapatkan BBM akibat mendapat informasi dari medsos bahwa akan ada kenaikan harga per 1 April 2026. Dari salah satu pemilih kendaraan yang ikutan antri ketika di konfirmasi oleh awak media mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk antisipasi kenaikan harga, maka harus rela mengantri meskipun panjang demi mendapatkan harga sebelum ada kenaikan.
Pihak SPBU Margorejo Indah melalui Manager nya Anas Taim memberikan keterangan mengenai kenaikan harga BBM resmi nya dari pemerintah maupun Pertamina sendiri belum ada informasi.
Antrian ini terjadi juga di SPBU AKR Jl.Margorejo Indah, di konfirmasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM juga masih belum ada kepastian pengumuman dari pemerintah. Pihak PT Pertamina (Persero) menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan harga per 1 April 2026. Informasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi , juga Pertamax, yang beredar di media sosial (medsos) dipastikan tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pemerintah berupaya menjaga harga BBM subsidi tetap stabil di tengah tekanan pasar global.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menyatakan bahwa hingga kini perusahaan belum merilis kebijakan baru terkait kenaikan harga BBM non subsidi.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026” terang Baron saat dikonfirmasi di Jakarta, di kutip oleh Antara, pada Senin (30/03/2026).
Ia menegaskan, masyarakat dihimbau untuk hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal Pertamina, termasuk situs perusahaan.
Selain itu, pemerintah juga menjamin ketersediaan BBM tetap aman. Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh beredarnya informasi yang belum jelas kebenarannya, serta tidak perlu merasa khawatir terhadap pasokan maupun issue harga BBM naik.
Di sisi lain, pemerintah tetap menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama melalui kebijakan BBM subsidi. Menteri ESDM Bahlil memastikan keputusan terkait harga BBM subsidi berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.(Haryo)
Tidak ada komentar