Gayo Lues,kpktipikor.Id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, kembali menjadi sorotan. Dugaan adanya makanan yang disajikan dalam kondisi berlendir membuat publik geram. Alih-alih menjadi penopang kesehatan siswa, program ini justru dikhawatirkan berpotensi membawa penyakit kepada penerima manfaat.
Makanan bergizi seharusnya menyehatkan, bukan malah menjadi sumber penyakit. Jika benar ada makanan berlendir, ini sangat memalukan. Kami meminta Presiden Prabowo Subianto segera menghentikan program MBG di Gayo Lues,” tegas seorang tokoh lokal yang dikenal dengan sapaan Mafia Ucak, kepada awak Sabtu ( 13/09/2025 )
Ia menilai, pengelolaan dapur MBG di Gayo Lues tidak sesuai harapan. Proses distribusi dan pengawasan disebut-sebut lemah, sehingga kualitas makanan yang diterima siswa tidak layak konsumsi.Sebagai solusi, Mafia Ucak menyarankan agar pemerintah lebih baik memberikan uang tunai sebesar Rp15.000 per hari kepada orang tua siswa. Dengan begitu, para orang tua bisa langsung memasakkan makanan yang sehat dan terjamin kebersihannya bagi anak-anak mereka.
Kalau uang langsung diberikan ke orang tua, jelas lebih bermanfaat. Anak-anak bisa makan makanan hangat dari rumah, bukan makanan yang sudah diragukan kualitasnya,” tambahnya dengan nada tegas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait di Gayo Lues maupun pengelola program MBG belum dapat dimintai tanggapan lebih lanjut. Namun, desakan penghentian program ini sudah menjadi sorotan masyarakat dan diperkirakan akan segera sampai ke telinga pemerintah pusat.
Editor : Dir
Tidak ada komentar