Longsor Akibat Banjir, Akses Jalan Desa Sotoo Hilisimaetano Lumpuh; Warga Gotong Royong Bersihkan Material

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 23:27 1 Korwil Nias

Nias Selatan – kpktipikor.id –16 – Februari – 2026 – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Sotoo Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, pada Kamis (12/2/2026). Longsor dipicu oleh banjir akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Material tanah yang terbawa arus banjir menimbun badan jalan desa sehingga akses transportasi lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas karena jalan tertutup tanah dan lumpur dalam jumlah cukup besar.

Pada Jumat (13/2/2026), masyarakat Desa Sotoo Hilisimaetano secara swadaya melakukan kerja bakti untuk membersihkan material longsor agar jalan dapat kembali dilalui, khususnya oleh kendaraan roda empat. Warga bergotong royong menggunakan peralatan seadanya guna membuka akses yang menjadi jalur utama aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa kondisi tersebut sangat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti distribusi bahan pokok dan akses layanan kesehatan.

Selain itu, warga khawatir kerusakan jalan akan semakin parah apabila tidak segera ditangani secara permanen, mengingat musim hujan masih berlangsung.

Masyarakat pun meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, khususnya kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Nias Selatan serta Bupati Nias Selatan, agar segera turun tangan melakukan penanganan darurat maupun langkah antisipasi lanjutan.

Warga berharap adanya penanganan teknis seperti pembangunan drainase, pemasangan talud penahan tanah, atau langkah mitigasi lainnya guna mencegah longsor susulan.

Pasalnya, jika curah hujan terus meningkat, tidak menutup kemungkinan badan jalan bisa mengalami kerusakan lebih parah bahkan terputus.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih terus berupaya membersihkan sisa material longsor sambil menunggu respons dan tindakan dari pemerintah daerah.
Jurnalis Sadawa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA