KNPI Tanimbar Kecam Pemda Tak Berkonsep, Ancam Boikot Groundbreaking Blok Masela

waktu baca 3 menit
Jumat, 27 Feb 2026 12:49 9 Admin Maluku

Saumlaki,kpktipikor.id -Ketegangan antara kalangan pemuda dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memasuki fase terbuka.

Menjelang agenda groundbreaking proyek strategis nasional Blok Masela, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tanimbar melontarkan kritik keras: Pemda dinilai bekerja tanpa konsep, reaktif, dan lebih sibuk meredam gejolak ketimbang menyiapkan fondasi kebijakan yang matang dan berpihak pada rakyat.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ketua KNPI Tanimbar, Alex Belay, yang menyebut pola kerja pemerintah daerah layaknya “pemadam kebakaran”. bergerak mendadak saat tekanan publik meningkat, namun tanpa peta jalan yang jelas.

“Pemda hanya bertindak reaktif. Tidak ada desain jangka panjang yang transparan dan terukur untuk memastikan masyarakat Tanimbar benar-benar menjadi tuan di negeri sendiri,” ujar Balay, Jumat (27/2/2026)

Seremonial Tanpa Substansi?

KNPI menilai berbagai kegiatan yang belakangan digelar Pemda terkesan seremonial dan tidak menyentuh persoalan inti. Di tengah ekspektasi besar masyarakat terhadap dampak ekonomi dan sosial proyek Blok Masela, pemerintah dianggap belum mampu menghadirkan skema yang konkret, akuntabel, dan inklusif.

Proyek migas berskala nasional ini sejatinya diproyeksikan membawa efek domino bagi pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga peluang usaha bagi pelaku UMKM.

Namun, menurut KNPI, yang terlihat justru minimnya transparansi dan lemahnya komunikasi publik.

“Jangan sampai proyek sebesar ini hanya menjadi panggung simbolik, sementara masyarakat lokal tetap berada di pinggir,” kritiknya.

Ancaman Boikot dan Sorotan Isu Sensitif

Sebagai bentuk tekanan politik dan sosial, KNPI menegaskan komitmennya untuk tetap menggelar agenda Boikot Groundbreaking pasca-April mendatang. Aksi tersebut disebut bukan sekadar demonstrasi, melainkan bentuk perlawanan terhadap dugaan praktik-praktik yang dianggap mencederai rasa keadilan publik.

Beberapa isu yang disorot antara lain:

Dugaan Nepotisme Perekrutan,  Keterlibatan keluarga dan kerabat pejabat dalam proses rekrutmen tenaga kerja lokal.

Monopoli Vendor Lokal – Penunjukan penyedia jasa yang dinilai tidak transparan dan berpotensi menguntungkan kelompok tertentu.

Sengketa Lahan – Penyelesaian konflik tanah yang disebut belum menyentuh akar persoalan dan berpotensi memicu konflik sosial.

Minimnya Partisipasi Publik –  Kurangnya ruang dialog terbuka dan partisipatif antara pemerintah dan komponen masyarakat.

KNPI menilai, jika persoalan-persoalan tersebut tidak segera dibuka secara jujur dan diselesaikan secara adil, maka legitimasi sosial proyek akan terus dipertanyakan.

Dorongan “Kembali ke Titik Nol”

Lebih jauh, KNPI bahkan melempar wacana ekstrem: menghentikan seluruh proses dan “kembali ke titik nol” apabila transparansi dan keberpihakan terhadap rakyat tidak diwujudkan.

Bagi organisasi kepemudaan itu, perjuangan ini bukan sekadar soal proyek, melainkan soal martabat. Mereka menggarisbawahi bahwa generasi muda Tanimbar tidak ingin menjadi penonton di tengah eksploitasi sumber daya alamnya sendiri.

Di sisi lain, situasi ini menjadi ujian kepemimpinan bagi Pemda Kepulauan Tanimbar. Publik menanti langkah konkret. bukan sekadar pernyataan normatif yang mampu menjawab kecurigaan, membuka data, dan membangun kepercayaan.

Proyek strategis seperti Blok Masela seharusnya menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah. Namun tanpa transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan yang nyata, ia berisiko berubah menjadi sumber friksi sosial.

Pada titik inilah Tanimbar berdiri di persimpangan: antara harapan besar akan kesejahteraan dan bayang-bayang ketidakadilan. Sejarah akan mencatat apakah momentum ini menjadi fondasi kemajuan bersama atau justru meninggalkan luka panjang akibat abainya tata kelola.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar guna memperoleh penjelasan dan tanggapan resmi atas berbagai pernyataan yang disampaikan KNPI Tanimbar.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA