Tapaktuan 09 November 2025 Nama lengkap Husain bin Ali bin Abi Thalib adalah Abu Abdullah al-Husain bin Ali Abi Thalib.
Ia lahir pada tanggal 5 Sya’ban 4 Hijriah (10 Januari 626 M) di Madinah,
Husain adalah putra dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra, serta cucu dari Nabi Muhammad SAW,,,, .
Masa Muda
Husain lahir di Madinah pada tahun 4 Hijriah (626 M) dan menghabiskan tujuh tahun pertama hidupnya bersama kakeknya, Nabi Muhammad SAW.
Nabi Muhammad SAW sangat menyayanginya dan sering menyebutnya sebagai pemimpin pemuda di surga .
Peran Setelah Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, Husain membantu ayahnya, Ali bin Abi Thalib, dalam menghadapi berbagai tantangan dan fitnah.
Ia juga mendukung kakaknya, Hasan bin Ali, dalam menyebarkan kebenaran Islam.
Setelah Hasan wafat, Husain menjadi tokoh penting dalam menjaga ajaran Islam yang murni .
Penolakan terhadap Yazid dan Peristiwa Karbala
Ketika Mu’awiyah bin Abi Sufyan meninggal dan putranya, Yazid, naik menjadi khalifah, banyak umat Muslim yang tidak setuju karena Yazid dianggap tidak layak memimpin.
Husain menolak untuk berbai’at (memberikan kesetiaan) kepada Yazid karena Yazid dikenal sebagai pemimpin yang zalim dan tidak bermoral .
Penduduk Kufah, yang tidak senang dengan pemerintahan Yazid, mengirim surat kepada Husain untuk meminta bantuannya dan mengangkatnya sebagai pemimpin.
Husain menerima undangan tersebut dan berangkat ke Kufah bersama keluarga dan pengikutnya .
Namun, sebelum Husain tiba di Kufah, gubernur Kufah yang baru, Ubaidullah bin Ziyad, bertindak keras dan menindas para pendukung Husain.
Husain dan rombongannya dihadang oleh pasukan Yazid di Karbala .
Pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah (680 M), terjadi pertempuran antara Husain dan pengikutnya yang berjumlah sekitar 70 orang melawan ribuan pasukan Yazid.
Husain dan sebagian besar pengikutnya gugur sebagai syahid dalam pertempuran tersebut .
Warisan dan Pengaruh
Kisah Husain bin Ali adalah simbol perlawanan terhadap kezaliman dan keteguhan dalam membela kebenaran. Kesyahidannya di Karbala menjadi peristiwa penting dalam sejarah Islam, terutama bagi kaum Syiah, yang memperingatinya setiap tahun sebagai hari Asyura .
Hadist tentang Husain Bin Ali Abi Tholib
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَرَفَةَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ رَاشِدٍ عَنْ يَعْلَى بْنِ مُرَّةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ أَحَبَّ اللَّهُ مَنْ أَحَبَّ حُسَيْنًا حُسَيْنٌ سِبْطٌ مِنْ الْأَسْبَاطِ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَإِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ وَقَدْ رَوَاهُ غَيْرُ وَاحِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ
Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin ‘Arafah telah menceritakan kepada kami Isma’il bin ‘Ayyasy dari Abdullah bin Utsman bin Hutsaim dari Sa’id bin Rasyid dari Ya’la bin Murrah dia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Husain bagian dariku, dan aku merupakan bagian dari Husain, Allah akan mencintai orang yang mencintai Husain, Husain termasuk dari sibt (keturunan yang akan menurunkan banyak ummat) dari beberapa ummat.”
Abu Isa berkata: “Hadits ini adalah hadits hasan, kami hanya mengetahui hadits ini dari hadits Abdullah bin Utsman bin Khutsaim, dan telah di riwayatkan pula oleh beberapa perawi dari Abdullah bin Utsman bin Khutsaim.”
( HR Tirmidzi NO 3708)
سنن ابن ماجه ١٣٩: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْحَسَنِ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ وَأَحِبَّ مَنْ يُحِبُّهُ قَالَ وَضَمَّهُ إِلَى صَدْرِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin ‘Abdah] berkata: telah memberitakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ubaidullah bin Abu Yazid] dari [Nafi’ bin Jubair]
Dari Abu Hurairah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda untuk Al Hasan: “Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya maka cintailah dia dan cintai orang yang mencintainya.” Abu Hurairah berkata: “Beliau lalu mendekapnya ke dalam dadanya.
( HR Ibnu Majah NO 139)
NARA SUMBER
@ WIRA TAPAKTUAN 1984 TIPIKOR
Tidak ada komentar