Ketua DKD LSM Kaliber Aceh, Zoel Kenedi Dorong Percepatan 16 Inpres Irigasi: “Harapan Baru untuk Petani Aceh Tenggara”

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Nov 2025 10:31 18 Admin KPK

Acehtengara, kpktipikor.id – Program pembangunan dan revitalisasi irigasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat di Aceh. Salah satunya datang dari Ketua Dewan Komando Daerah (DKD) LSM Kaliber Aceh, Zoel Kenedi, yang menyebut program tersebut sebagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Aceh Tenggara.

Zoel Kenedi mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat 16 paket Inpres irigasi yang direncanakan untuk Provinsi Aceh. Namun hingga saat ini, baru tiga paket yang mulai berjalan di beberapa kabupaten.

“Kalau seluruh 16 inpres ini terealisasi, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat. Khusus Aceh Tenggara, perbaikan irigasi adalah kebutuhan mendesak yang menyangkut hajat hidup petani,” tegas pria yang akrab disapa ZK tersebut.

Aceh Tenggara: Pertanian sebagai Nadi Kehidupan Warga

ZK menjelaskan bahwa Aceh Tenggara merupakan salah satu daerah dengan ketergantungan tinggi pada sektor pertanian. Meski sebagian besar wilayah termasuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sehingga ruang pembangunan terbatas, sektor pertanian tetap menjadi andalan.

“Di Aceh Tenggara, sekitar 65 persen masyarakat menggantungkan hidup dari bertani. Artinya, ketika irigasi berfungsi baik, kehidupan masyarakat membaik. Tapi ketika irigasi rusak, semua ikut terpukul—produksi menurun, pendapatan petani turun, dan ekonomi ikut terdampak,” ujar ZK.

Ia menambahkan, banyak saluran irigasi yang ada saat ini sudah berumur puluhan tahun, mengalami kerusakan, pendangkalan, atau tergerus banjir bandang. Akibatnya, ribuan hektare lahan sawah tidak mendapatkan suplai air yang cukup.

Program Inpres Dianggap sebagai Terobosan Besar

ZK menilai kebijakan pemerintah pusat melalui Inpres Irigasi merupakan terobosan penting karena menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Menurutnya, air adalah nyawa bagi pertanian, dan pertanian adalah sumber utama kehidupan masyarakat Aceh Tenggara.

“Program ini sangat kami apresiasi. Pembangunan irigasi bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan petani,” jelasnya.

Dengan terealisasinya seluruh paket inpres tersebut, ia yakin Aceh Tenggara bisa mengalami peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan.

Pemerintah Aceh Diminta Tidak Pasif

ZK menyerukan kepada Pemerintah Provinsi Aceh agar bergerak cepat dan tidak bersikap menunggu. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi harus mengajukan usulan prioritas, mengawal proses pembangunan, dan memastikan Aceh Tenggara mendapatkan porsi yang layak.

“Kami berharap pemerintah provinsi berperan aktif. Aceh Tenggara memiliki keterbatasan ruang dan kompleksitas geografis sehingga butuh perhatian lebih. Jangan sampai peluang besar ini terlewat,” katanya.

Membangun Harapan untuk Bumi Sepakat Segenap

Aceh Tenggara yang dikenal sebagai Bumi Sepakat Segenap menurut ZK, memiliki potensi pertanian yang sangat besar apabila ditunjang dengan ketersediaan air yang memadai.

“Jika irigasi diperbaiki, produktivitas meningkat. Ketika produktivitas meningkat, ekonomi masyarakat bergerak. Ini adalah rantai perubahan yang sangat mungkin tercapai,” ujar ZK dengan optimis.

Sebagai lembaga kontrol sosial, LSM Kaliber Aceh berkomitmen akan terus memantau, mengawal, dan memberikan masukan terhadap pembangunan yang berlangsung agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kami mendukung, sekaligus memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran. Petani harus menjadi penerima manfaat utama dari program nasional ini,”yang di kerjakan oleh PT. HUTAMA KARYA (Persero)
CONSTRUCTION SERVICES, EPC & INVESTMENT DIVISI SIPIL UMUM “” tutupnya.
(Sukardi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA