Kementan Ungkap Beras 250 Ton Ilegal Masuk Indonsia

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 00:30 29 Admin KPK

Jakarta, kpktipikor.id.- Kementerian Pertanian ( Kementan ) mengungkap kasus beras 250 ton masuk wilayah RI tanpa izin dari pemerintah pusat alias ilegal. Kejadian ini terjadi di Sabang, Aceh, Minggu (23/11). Dilansir dari CNN Indonesia.com.
“Kami menerima laporan tadi sekitar jam 2 bahwasannya ada beras masuk di Sabang itu 250 ton tanpa izin dari pusat, tanpa persetujuan pusat,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di kediamannya di Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (23/11) sore.

Modernisasi Pertanian, Kunci Pemerintah Swasembada di Tahun Pertama
Amran yang juga merupakan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mengatakan memutuskan untuk langsung berkomunikasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk menyetujui laporan tersebut.

“Tadi langsung kami telepon Kapolda, lalu Kabareskrim, lalu Pangdam, langsung segel ini (gudang) berasnya, enggak boleh keluar,”

Gudang yang disegel tersebut milik PT Multazam Sabang Group. Amran mengatakan tim hingga saat ini masih bekerja untuk mencari pihak-pihak yang harus bertanggung jawab secara hukum.

“Nah, ini dengan berbagai dalilnya, berbagai teori-teori kebenaran. Yang jelas kalau sudah panglima tertinggi, Bapak Presiden sudah menyampaikan bahwa tidak boleh impor karena stok kita banyak, seluruh warga negara Indonesia apalagi aparat atau pegawai seluruh Indonesia harus patuh pada perintah panglima tertinggi, perintah Bapak Presiden,” tutur Amran.
“Hari ini kami sampaikan bahwa itu kita segel dan kami minta ditelusuri siapa pelaku-pelakunya,” tandasnya.

Selain di Sabang, Amran mengaku mendapat informasi mengenai kejadian serupa di Batam. Dia masih memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Bahkan kami mendapatkan juga laporan, tapi kami sementara baru telepon Kapoldanya, juga di Batam ada yang masuk, tapi itu belum bisa dipastikan,” ucap dia.
Amran bilang kejadian tersebut bisa menghambat rencana swasembada pangan Indonesia yang ditargetkan tercapai pada awal Desember pekan depan.

“Kita bisa sampaikan bahwa Indonesia sudah swasembada. Jangan diganggu lagi. Kalau ada, pasti kita usut,” pungkas Amran.”().

Redaksi.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA