Gayo Lues.KpKtipikor.id-Banjir terjadi menerjang Gayo Lues. Air yang datang tiba-tiba menyapu rumah, sawah, dan kebun,menghantam keras jantung ekonomi rakyat. Beberapa kecamatan lumpuh total. Air memang mulai surut, tapi luka dan kesengsaraan warga belum surut sedikit pun.Tiga jalan penghubung utama Gayo Lues ke kabupaten tetangga putus total. Hanya jalur Gayo Lues–Pidie yang mulai bisa dilewati motor dan mobil. Selebihnya, Gayo Lues seperti terkurung.
Di lokasi pengungsian sebagian, cerita lebih getir.Ratusan warga bertahan hanya dengan pisang dan singkong. Anak-anak menangis kelaparan. Ibu-ibu memeluk bayi dengan wajah putus asa. Bantuan dasar seperti beras, mi instan, selimut, obat-obatan sebagian belum menyentuh banyak titik pengungsian. Sebagian warga berjalan kaki menuju Kota Blangkejeren untuk sekadar membeli makanan. Jalan terputus, jarak jauh, tapi mereka tak punya pilihan.
Sesampai di kota, mereka dihadapkan lagi pada kenyataan pahit,harga melambung. Sembako naik. Minyak tanah dan BBM melesat liar ke angka Rp30–50 ribu perliter. Token listrik yang biasanya Rp23 ribu kini dijual Rp25 ribu. Internet terputus, komunikasi ke keluarga di luar daerah mati total. Warga yang sakit belum mendapat layanan medis yang layak.
Banjir tidak hanya menenggelamkan kampung,tapi juga memukul seluruh sendi hidup masyarakat.Di tengah situasi itu, warga mulai bersuara keras. Mereka mempertanyakan langkah pemerintah daerah.Kami butuh bantuan, bukan rombongan pejabat yang sekadar turun foto-foto di lokasi banjir.
Masyarakat menuntut tindakan cepat. Jika pemerintah daerah tidak mampu menangani bencana ini, mereka mendesak gubernur Aceh turun tangan. Dan jika gubernur pun tak sanggup mengurai kekacauan ini, warga meminta presiden RI mengirim helikopter bantuan darurat ke kabupaten Gayo Lues. Satu helikopter saja bisa menyelamatkan banyak nyawa di titik-titik terisolasi.Karena kenyataan di lapangan jelas.Warga lapar.Warga takut.Warga sakit.
Dan mereka menunggu pemerintah hadir,bukan besok, tapi sekarang.Ucap masyarakat
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penanganan banjir dan distribusi bantuan.Sementara itu, masyarakat Gayo Lues terus bertahan dalam gelap, lapar, dan ketidakpastian,,,,sambil berharap ada negara yang benar-benar hadir untuk mereka.
Editor : Dir
Tidak ada komentar