Fordata,kpktipikor.id -Empat hari tanpa listrik di Kecamatan Fordata, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, sejak Rabu (25/3), melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat. Hingga Sabtu (28/3) malam, pasokan listrik belum sepenuhnya pulih, sementara kejelasan dari PT PLN (Persero) dinilai lamban dan tidak memadai.
Kondisi ini bukan sekadar gangguan teknis. Di lapangan, dampaknya terasa nyata dan langsung menghantam aktivitas publik. Aparatur Sipil Negara (ASN) kesulitan menjalankan pelaporan kinerja berbasis digital. Di sektor pendidikan, siswa kehilangan waktu belajar malam-tugas tertunda, proses pembelajaran terganggu.
Aktivitas ekonomi masyarakat ikut terpukul. Usaha kecil terhambat, produktivitas menurun, dan komunikasi warga terganggu akibat padamnya listrik secara total.
Situasi ini mendapat sorotan tajam dari tokoh muda Fordata, Falentino Sainuka, SH. Ia menilai, pemadaman berkepanjangan yang tidak disertai informasi jelas telah memperburuk kondisi sosial masyarakat.
“Pemadaman ini sangat meresahkan. Tidak ada informasi yang jelas dari PLN. Masyarakat butuh kepastian, bukan dibiarkan dalam ketidakjelasan,” tegas Falentino.
Menurutnya, selama beberapa hari masyarakat berada dalam situasi tanpa arah. Tidak ada penjelasan mengenai penyebab gangguan maupun langkah penanganan yang sedang dilakukan.
“Empat hari tanpa kejelasan. Padahal listrik adalah kebutuhan vital. Ini membuat masyarakat bingung dan tidak tenang,” ujarnya.
Ia menilai keterlambatan penyampaian informasi resmi-yang baru beredar pada Sabtu (28/3) pukul 20.30 WIT, menjadi indikator lemahnya komunikasi publik dari pihak penyedia layanan.
Falentino menegaskan, dalam pelayanan publik, profesionalisme tidak hanya diukur dari kemampuan teknis memperbaiki gangguan, tetapi juga dari transparansi informasi kepada masyarakat.
“Kami berharap PLN tidak hanya fokus pada perbaikan teknis, tetapi juga terbuka. Sampaikan apa yang sebenarnya terjadi agar tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dari PLN terkait penyebab utama pemadaman maupun kepastian waktu pemulihan total. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Dalam perspektif yang lebih luas, kejadian ini menyoroti kerentanan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan yang bergantung pada infrastruktur terbatas. Gangguan pada satu titik dapat berdampak sistemik, meluas ke berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Peristiwa di Fordata menjadi pengingat tegas: listrik bukan sekadar layanan, tetapi fondasi utama aktivitas sosial dan ekonomi. Ketika listrik padam, kehidupan ikut tersendat. Ketika informasi tertutup, kepercayaan publik ikut tergerus.
Empat hari dalam gelap kini menjadi ujian serius, bukan hanya bagi keandalan teknis, tetapi juga bagi komitmen transparansi dan profesionalisme pelayanan publik.
Kaperwil Maluku
(Petrus. L)
Tidak ada komentar