Diskopum Lamongan dan Squad Nusantara Gelar Masak Akbar & Baking Demo untuk Dorong Daya Saing UMKM

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Nov 2025 20:02 35 Admin KPK

Lamongan, kpktipikor.id – Dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional dan Hari Batik Nasional, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum) Kabupaten Lamongan bersama Squad Nusantara menggelar kegiatan Masak Akbar dan Baking Demo Inovatif yang berlangsung pada Kamis–Jumat, 6–7 November 2025 di Alun-Alun Kabupaten Lamongan.

Acara yang diikuti lebih dari 500 pelaku UMKM ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan kualitas produk pangan lokal serta memperkuat daya saing UMKM di pasar nasional maupun global.

Selain kegiatan masak akbar, sebanyak 120 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mengikuti sesi pelatihan baking demo yang menghadirkan chef profesional di bidang baking dan pastry. Para peserta mendapat pelatihan langsung membuat berbagai varian kue modern seperti adona susu, kue Taiwan, mango steam cendol jelly, bolu ketan hitam coklat, keripik brownies, hingga lotus pia.

Panitia pelaksana, Devi Dwi Oktavia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM agar terus berinovasi dan meningkatkan mutu produknya.

> “Kami ingin para pelaku UMKM tidak hanya mahir berproduksi, tapi juga mampu menciptakan produk yang inovatif dan memiliki nilai jual tinggi. Melalui pelatihan ini, peserta juga akan memperoleh sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas olahan pangan,” ujar Devi.

Sementara itu, Herlina Dwi Oktavia Diastuti, Pengembang Kewirausahaan Diskopum Lamongan, menuturkan bahwa pemerintah daerah terus memberikan pendampingan dan kemudahan dalam proses legalitas usaha.

> “Sekitar 25 hingga 50 persen pelaku UMKM di Lamongan saat ini sudah memiliki legalitas seperti NIB, sertifikat halal, dan izin PIRT. Melalui program Gerebek Tiga Perizinan, yakni NIB, Halal, dan PIRT—kami melakukan upaya jemput bola agar seluruh UMKM memiliki izin usaha yang lengkap,” jelas Herlina.

Ia menambahkan bahwa Diskopum Lamongan menargetkan seluruh UMKM di Kabupaten Lamongan sudah memiliki sertifikat halal pada Oktober 2026. Sertifikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

> “Sertifikat halal menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM. Dengan sinergi pelatihan keterampilan dan legalitas usaha, kami optimis ekonomi pelaku UMKM di Lamongan akan semakin tumbuh,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas UMKM, dan pelaku usaha kreatif untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis inovasi, kualitas, dan legalitas produk.
Rep:Adi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA