Bengkulu Utara Kpktipikor.id – Badan Gizi Nasional (BGN) diduga lakukan pembohongan publik terkait Kematian Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 02 Bengkulu Utara Keracunan paket MBG.
Munculnya dugaan Pembohongan Publik tersebut diketahui saat Nanik Sudaryati Deyang mengutarakan keterangannya kepada media liputan6.com di jakarta.
Sebagaimana yang dilansir media liputan6.com dalam artikel yang berjudul “Uji BPOM Negatif, BGN Pastikan Kematian Siswa di Bengkulu Utara Tak Terkait MBG,” yang diterbitkan tertanggal 3 Maret 2026 disebutkan bahwa :
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa meninggalnya seorang siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bengkulu Utara bernama Fatih tidak berkaitan dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giri Kencana. Hal itu berdasarkan uji lab BPOM.
Kemudian pada paragraf selanjutnya disebutkan bahwa :
“Fatih belum memakan menu MBG dari SPPG Giri Kencana ketika diketahui pingsan sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Nanik di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Mengenai yang diutarakan BGN tersebut yang mengatakan korban belum sempat mengkonsumsi burger MBG terbantahkan secara jelas dalam konferensi Pers yang digelar Polres Bengkulu Utara pada Senen Malam, 3 maret 2026.
Sebagaimana yang dilansir media jejakkota.com, dalam berita yang berjudul “Viral Dugaan Keracunan, Polisi Beberkan Penyebab Meninggalnya Siswa MIN 2 Bengkulu Utara” tertanggal 3 Maret 2026 disebutkan bahwa :
Kapolres Bengkulu Utara, Bakti Kautsar Ali, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada Kamis (26/2) pagi saat korban menerima paket makanan MBG berupa burger di sekolah. Program MBG dari dapur SPPG Giri Kencana pada hari itu didistribusikan ke tujuh sekolah dengan total 1.843 siswa penerima.
Sekitar pukul 12.00 WIB, korban tiba di rumah dan mengonsumsi makanan tersebut. Tiga puluh menit kemudian, korban mengeluh pusing kepada ibunya dan selanjutnya tidak sadarkan diri. Pada pukul 12.40 WIB, korban sempat dibawa ke klinik terdekat, namun karena dokter tidak berada di tempat, korban dirujuk ke RS Lagita Ketahun.
“Dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban mengalami kejang dan muntah,” ujar Kapolres.
Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB, korban dalam kondisi tidak sadar. Pada Jumat (27/2), korban dirujuk ke RS Bhayangkara untuk penanganan lanjutan karena kondisinya menurun. Di rumah sakit tersebut dilakukan pemeriksaan CT Scan untuk mengetahui penyebab medis.
selanjutnya pada sabtu (28/2) pagi, korban kembali dirujuk ke rs tiara sella untuk menjalani tindakan operasi. namun kondisi korban terus memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.00 wib. jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di desa giri kencana.
Belum diketahui secara pasti apa maksud Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investasi, Nanik Sudaryati Deyang mengutarakan informasi yang diduga berisi kebohongan tersebut.
Sampai berita ini ditayangkan, Nanik Sudaryati Deyang belum dapat dikonfirmasi. (DF)
Tidak ada komentar