Bayangkan seorang anak dari Maninjau yang pada usia 6 tahun harus jauh dari orang tua, diasuh pamannya di Medan dan Jakarta – itu adalah mulanya perjalanan Mohammad Nazir Isa, sosok yang nantinya dikenal dengan gelar Datuk Basa Nan Balimo. Lahir pada 10 Juli 1910, ia adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara, dengan adik yang juga terkenal, Achmad Nawir.
Dengan dukungan pamannya, Nazir berhasil menjejak langkah di sekolah Eropa di Medan dan kemudian melanjutkan ke MULO di Jakarta. Bakatnya dalam dunia pelayaran terbangkit ketika gurunya, Ny. Poijt van Druten, merekomendasikannya bekerja sebagai pelaut di Belanda. Tak puas hanya bekerja, ia melanjutkan pendidikan di Sekolah Pelayaran Michel Adrianzoon de Ruyter dan membuat sejarah pada 1938: ia menjadi orang Indonesia pertama yang meraih ijazah De Grotevaart (Pelayaran Samudera). Kembali ke tanah air, ia bekerja di perusahaan pelayaran Doggerbank sebelum Jepang menduduki Indonesia.
Selama masa pendudukan Jepang, Nazir bergabung dengan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang dan bahkan diangkat sebagai kepala Sekolah Pelayaran Tinggi Semarang pada 1943 – lembaga yang kini berkembang menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Setelah kemerdekaan menyambar, ia langsung berkontribusi bagi bangsa: mulai tanggal 6 Februari 1946, ia menjabat sebagai Kepala Staf Umum TRI Laut, yang kemudian berganti nama menjadi Panglima Angkatan Laut RI sampai 8 Mei 1948 menjadikannya Kepala Staf TNI Angkatan Laut ke-2 yang menggantikan Mas Pardi dan digantikan R. Soebijakto.
Tidak hanya di medan pertempuran, jejaknya juga terlihat di ruang politik dan diplomatik. Pada Kabinet Djuanda, ia menjabat sebagai Menteri Perhubungan Laut/Pelayaran dari 9 April 1957 sampai 10 Juli 1959. Kemudian, ia dipercaya sebagai Duta Besar RI di Swiss dan Vatikan. Bahkan di masa tua, semangatnya untuk keadilan tidak padam: ia ikut menandatangani Petisi 50 yang mengkritisi pemerintahan totaliter Soeharto.
Meninggal di Jakarta pada 30 Agustus 1982 pada usia 72 tahun, nama Mohammad Nazir tidak pernah tergeser dari sejarah. Kini, namanya diabadikan sebagai nama jalan di depan mako Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V bukti abadi kontribusinya bagi bangsa dan angkatan laut Indonesia.
#MohammadNazirIsa
#DatukBasaNanBalimo
#KepalaStafTNIAL
#PahlawanIndonesia
#SejarahIndonesia
#AngkatanLautRI
#TokohNasional
Tidak ada komentar