Dapur MBG Bulukumba Di Duga Langgar SOP,Makanan Diantar Pakai Kendaraan Umum,Angkot

waktu baca 2 menit
Rabu, 17 Des 2025 20:49 28 Wartawan Makasar

Berikut adalah berita online yang dibuat berdasarkan judul dan informasi yang diberikan:
 
Bulukumba,KPK Tipikor,id, (17/12/2025) Salah satu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi di Desa Topanda, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, menuai sorotan publik setelah diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) dalam pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah. Dapur MBG yang berada di bawah naungan Yayasan Sirami itu diketahui menggunakan angkot (kendaraan umum) untuk mengantarkan makanan.
Sorotan mencuat setelah beredar informasi dan dokumentasi bahwa makanan MBG diantar menggunakan mobil pete-pete atau mikrolet penumpang – kendaraan yang sejatinya diperuntukkan untuk angkutan orang, bukan distribusi makanan. Penggunaan kendaraan semacam itu dinilai berpotensi melanggar aturan higienitas dan keamanan pangan.
“Kendaraan ini tidak dirancang khusus untuk membawa makanan siap konsumsi, jadi rawan terpapar kotoran, bau, dan kontaminasi yang bisa membahayakan kesehatan siswa,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya. Dia menambahkan, “Distribusi makanan MBG seharusnya menggunakan kendaraan khusus yang tertutup, bersih, dan memenuhi standar sanitasi. Jika menggunakan angkot penumpang, ini patut dipertanyakan kepatuhannya terhadap SOP.”
 Program MBG sendiri merupakan program nasional yang menuntut standar ketat, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan. Setiap pelaksana diwajibkan memastikan makanan sampai ke siswa dalam kondisi higienis, aman, dan layak konsumsi.
Hingga berita ini ditulis, pihak Yayasan Sirami maupun pengelola dapur MBG Desa Topanda belum memberikan klarifikasi resmi terkait penggunaan kendaraan tersebut. Publik mendesak instansi terkait – termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan pengawas program MBG di Bulukumba – untuk segera melakukan evaluasi dan penindakan jika ditemukan pelanggaran.
Sorotan ini menambah daftar persoalan pelaksanaan dapur MBG di Bulukumba, yang belakangan kerap dipertanyakan terkait kepatuhan terhadap standar dan pengawasan di lapangan.
 Editor:A.M

 

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA