Bupati Sokhiatulo Laia Pastikan Pembangunan Jembatan Bailey Boronadu Berjalan Usai Penyerahan 629 SK PPPK

waktu baca 3 menit
Jumat, 30 Jan 2026 09:41 11 Korwil Nias

Nias Selatan, kpktipikor.id — Usai menyerahkan sebanyak 629 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Gereja NKP Orsif Gomo, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia langsung melakukan peninjauan pembangunan Jembatan Bailey Boronadu, Kamis (29 Januari 2026).
Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Nias Selatan dalam memastikan kembali terhubungnya akses vital masyarakat Boronadu dan sekitarnya, setelah kerusakan jembatan sebelumnya sempat viral di media sosial dan memutus jalur transportasi warga.
Dalam agenda lapangan itu, Bupati Sokhiatulo Laia didampingi Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf. Sampe T. Butar Butar, serta jajaran teknis dari TNI Angkatan Darat. Kehadiran pimpinan daerah bersama unsur TNI menunjukkan sinergi konkret antara pemerintah daerah dan institusi pertahanan dalam merespons kebutuhan mendesak masyarakat.
Jembatan Bailey Boronadu menjadi perhatian publik setelah kondisinya rusak parah dan mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas warga. Isu ini bahkan menarik perhatian pemerintah pusat, hingga Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung meninjau lokasi beberapa waktu lalu.
Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap penderitaan masyarakat akibat terputusnya infrastruktur dasar. Ia meminta agar pembangunan jembatan darurat segera direalisasikan sebagai solusi cepat, sembari menyiapkan rencana jangka panjang pembangunan jembatan permanen.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) melalui Direktorat Pasukan Jasa (Dir Pasjasa) Pusziad menurunkan dukungan teknis dan personel. Kolonel Czi Bambang Prasetyo, S.E., selaku penanggung jawab teknis di lapangan, menjelaskan kepada Bupati Nias Selatan bahwa Jembatan Bailey yang dibangun bersifat sementara, namun memiliki daya tahan cukup panjang.
“Jembatan Bailey ini memang jembatan darurat, tetapi dengan perencanaan dan pemasangan yang tepat, jembatan ini dapat bertahan antara 10 hingga 15 tahun,” ujar Kolonel Bambang di lokasi pembangunan.
Sementara itu, Dandim 0213/Nias Letkol Inf. Sampe T. Butar Butar menegaskan bahwa ketahanan jembatan sangat bergantung pada perawatan berkala. Menurutnya, dengan pemeliharaan rutin dan pengawasan sesuai standar, Jembatan Bailey Boronadu mampu menahan beban kendaraan hingga 15 ton.
“Jika dirawat dengan baik dan dilakukan pengawasan secara berkala, jembatan ini aman dan cukup kuat untuk mendukung aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan kpktipikor.id di lapangan, progres pembangunan Jembatan Bailey Boronadu telah memasuki tahap awal yang krusial. Sejumlah personel tampak melakukan persiapan pondasi dan abutment, yakni sandaran utama di kedua sisi sungai yang berfungsi menahan beban jembatan dan menjaga stabilitas konstruksi. Tahap ini memanfaatkan bronjong serta elemen pendukung lainnya.
Selain itu, material besi kerangka Jembatan Bailey telah tersedia dan tertata rapi di sekitar lokasi, menandakan bahwa proses perakitan jembatan siap dilanjutkan setelah pekerjaan pondasi dan penyangga utama rampung.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI atas kecepatan dan ketanggapan dalam merealisasikan komitmen pemerintah pusat kepada masyarakat Boronadu.
“Apa yang dijanjikan oleh Wakil Presiden kini mulai terwujud di lapangan. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara melalui kolaborasi pemerintah daerah dan TNI demi kelancaran akses, pemulihan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Bupati.
Jurnalis Sadawa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA