Bengkulu Utara, Kpktipikor.id ~ Dalam Press Confence BEM UNRAS Bengkulu Utara, menyatakan bahwa Statement yang di sampai oleh Febrian tidak berdasar di karenakan Febrian sudah tidak Presiden BEM UNRAS semenjak tanggal 23 Januari 2026.
Sehubungan dengan adanya kegaduhan yang terjadi belakangan ini di media sosial, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Ratu Samban (UNRAS) didamping oleh Pembina BEM Unras, Yoki Ramadhan, akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait dinamika dan polemik yang terjadi belakangan ini yang melibatkan organisasi mahasiswa tersebut, Senin (06/04/2026).
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan, Badan Eksekutif Mahasiswa UNRAS menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga integritas organisasi serta menjalankan fungsi sebagai wadah aspirasi mahasiswa secara bertanggung jawab dan beretika.
Dalam pernyataan tersebut, Plt Presiden BEM UNRAS, Frendi Saputra, bersama jajaran kabinetnya menegaskan bahwa organisasi berdiri di atas prinsip integritas, keadilan, dan tanggung jawab serta tidak akan membiarkan adanya penyalahgunaan nama organisasi maupun tindakan yang mencederai nilai-nilai organisasi mahasiswa.
Dalam poin klarifikasi yang disampaikan, BEM UNRAS juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak pemerintah Daerah atas kegaduhan yang terjadi belakangan ini yang menimbulkan kesalahpahaman dan ketidaknyamanan.
Pihak BEM UNRAS menegaskan bahwa selama ini pihaknya selalu mengedepankan komunikasi yang konstruktif, beretika, serta dialog dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa, bukan tindakan yang menimbulkan polemik.
Selain itu, BEM UNRAS juga memberikan klarifikasi terkait status individu bernama Febrian. Dalam pernyataan resmi disebutkan bahwa Febrian bukan merupakan Presiden BEM UNRAS maupun anggota BEM UNRAS saat ini.
Segala bentuk pernyataan maupun tindakan yang mengatasnamakan BEM UNRAS oleh yang bersangkutan ditegaskan tidak memiliki kaitan dengan organisasi dan bukan menjadi tanggung jawab organisasi.
BEM UNRAS juga mengecam keras segala bentuk upaya provokatif serta pencatutan nama organisasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, terutama yang mengarah pada rencana aksi tanpa koordinasi resmi organisasi.
Menurut BEM UNRAS, tindakan tersebut berpotensi menimbulkan keresahan serta dapat mencederai nama baik organisasi mahasiswa.
Dalam pernyataan tersebut juga disampaikan keputusan penting, yaitu BEM Seluruh Indonesia bahwa BEM UNRAS menyatakan mundur dari keanggotaan BEM SI.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui pertimbangan yang matang demi menjaga integritas organisasi serta menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan banyak pihak.
Pembina BEM Unras, Yoki Ramadhan beserta BEM UNRAS berharap dengan adanya klarifikasi ini tidak terjadi lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya klarifikasi secara resmi ini agar tidak terjadi lagi adanya kesalahan pahaman ditengah masyarakat. Kami juga mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas dan mengedepankan dialog yang sehat dan solutif,” tandas Yoki didamping BEM UNRAS. (DF)
Tidak ada komentar