Audit Mendesak! Dua Proyek Rp5,2 Miliar Digarap Kontraktor Makassar, DPRD dan Pemda Disorot”

waktu baca 2 menit
Jumat, 14 Nov 2025 13:37 45 Admin KPK

Kpktipikor .id – dugaan Permainan Kotor: Dua Proyek Rp5,2 Miliar Digarap PT Asal Makassar, Publik Minta Audit

Kepulauan Tanimbar — Dugaan permainan kotor kembali menyeruak dalam pengelolaan proyek infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Setelah proyek penanganan ruas Jalan S. J. Oratmangun senilai Rp2 miliar dimenangkan oleh kontraktor asal Makassar, terungkap bahwa perusahaan yang sama juga menggarap proyek lain senilai Rp3,23 miliar di lokasi berbeda. Total anggaran kedua proyek itu mencapai Rp5,2 miliar lebih, seluruhnya dikerjakan oleh perusahaan yang sama—dan sama-sama berasal dari luar daerah.

Kondisi ini memantik kecurigaan publik akan adanya pengaturan pemenang yang berpotensi melibatkan oknum berpengaruh di lingkup pemerintahan daerah. Sejumlah pihak menilai proyek-proyek tersebut sudah “diatur sejak awal”, dengan pola yang mengarah pada dominasi kontraktor luar daerah dan minimnya transparansi proses pengadaan.

“Ini sudah bukan sekadar persoalan administrasi, tapi mengarah pada permainan sistemik. Ada dugaan jaringan kuat yang mengatur dari balik layar,” ungkap salah satu aktivis antikorupsi di Saumlaki. 7/11/2025

Masyarakat Tanimbar kini mendesak Bupati Kepulauan Tanimbar untuk segera turun tangan. Mereka menilai, kepala daerah tidak bisa tinggal diam di tengah isu yang berpotensi merugikan keuangan negara dan mencederai semangat pemerataan pembangunan.

Selain itu, desakan keras juga ditujukan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aparat Penegak Hukum (APH), dan Inspektorat agar segera melakukan audit on going terhadap seluruh proyek yang dikerjakan oleh kontraktor asal Makassar tersebut.

“Jangan tunggu selesai baru diperiksa. Audit harus berjalan on going agar setiap tahapan bisa diawasi. Kami minta KPK, Inspektorat, dan dinas terkait serta DPRD dan Bupati bersama-sama turun langsung memeriksa ke lapangan,” tegas penggiat antikorupsi yang namanya minta dirahasiakan. 8/11/2025

Fenomena berulang ini menambah panjang daftar proyek yang diduga dikendalikan dari luar daerah, sementara pelaku usaha lokal terus terpinggirkan. Publik berharap, langkah nyata segera diambil agar Tanimbar tidak terus menjadi lahan permainan proyek yang dikuasai oleh segelintir pihak dengan jejaring kuat di luar daerah.
(Ellon)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA