Amaedola Festival Gomo, Panggung Kebangkitan Warisan Leluhur Nias

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Nov 2025 09:40 57 Korwil Nias

kpktipikor. id
Nias Selatan – 17 – November 2025 – Suasana budaya leluhur kembali bergema di Lapangan Adam Malik, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, melalui pelaksanaan Amaedola Festival pada 15–16 November 2025. Meski diguyur hujan, ratusan warga tetap memadati arena acara, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam merawat tradisi Nias yang kian tergerus zaman.
Festival yang digagas oleh organisasi AMAEDOLA ini menghadirkan tiga perlombaan utama yang sarat nilai historis dan filosofi budaya, yakni Silat Nias, Famozi Aramba, dan lomba Amaedola serta pencak silat. Peserta berasal dari berbagai sanggar seni, sekolah, dan desa sekitar, menampilkan performa terbaik mereka dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas dan kebanggaan terhadap budaya daerah.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II Sumut serta Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Nias Selatan. Sejumlah pejabat daerah turut hadir memberikan apresiasi dan dukungan moral, di antaranya Anggota DPRD Nias Selatan Asmenlima Hulu, Kadis Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Anggreani Dakhi, perwakilan BPK Thamrin Junaidi Nadapdap dan Putra Ideal Soroinama Zega, Camat Gomo Firman Lase, serta unsur keamanan termasuk Kapolsek Gomo dan Danramil 11 Gomo.
Dalam sambutannya, Asmenlima Hulu, tokoh muda yang menjadi motor penggerak AMAEDOLA, menegaskan tujuan utama pelaksanaan festival ini. Ia menyoroti merosotnya minat generasi muda terhadap adat istiadat, khususnya di wilayah Gomo, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Nias.
“Budaya kita adalah identitas kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak generasi muda menjaga warisan leluhur yang sangat berharga,” ujar Asmenlima Hulu.
Festival Amaedola menjadi momentum penting bagi masyarakat Gomo dan Nias Selatan untuk kembali meneguhkan komitmen dalam melestarikan kebudayaan leluhur. Dengan tingginya antusiasme masyarakat meski cuaca tidak bersahabat, acara ini terbukti menjadi simbol kuat kebangkitan seni tradisi dan identitas budaya Nias.
Jurnalis Noverius Sadawa

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA